SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Partai Amanat Nasional (PAN) akhirnya menjatuhkan rekomendasi dukungan terhadap pasangan Fauzi – Eva sebagai calon yang akan maju di Pilkada tahun ini di Sumenep.
Namun pasca turunnya rekomendasi PAN tersebut kepada Fauzi – Eva, tidak bisa dipungkiri bahwa suasana politik di Kabupaten kuda bersayap ini semakin memanas, bahkan ironinya kader partai yang diketuai Zulkifli Hasan itu justru seperti akan pecah belah.
Hal itu semakin diyakinkan, setelah Hairul Anwar, selalu Ketua Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM-PAN) Sumenep, blak-blakan mengaku pada Pilkada Sumenep kali ini pihaknya justru menyatakan tidak ada urusan lagi dengan PAN.
Tidak heran, jika Hairul Anwar selaku tokoh politik milenial yang pada akhirnya tidak sejalan arah politiknya dengan arah koalisi PAN.
“Saya tegaskan, saya tidak lagi ada urusan dengan PAN,” kata Hairul Anwar singkat saat dihubungi awak media, Senin (15/06).
Namun, tindakan yang dilakukan Hairul Anwar bukan tanpa alasan kuat, menurut dia, ada alasan prinsipil yang membuat dirinya harus menentukan sikap sendiri sejak awal, tentang ke mana arah politik yang akan dirinya ambil di Pilkada mendatang.
“Tentu ada beberapa alasan. Namun yang pasti ada sesuatu yang telah partai abaikan, terutama soal suara mayoritas kader di bawah yang menginginkan PAN ambil bagian di Pilkada secara terhormat,” jelasnya.
Disinggung perihal sikap yang mencengangkan itu, Hairul Anwar justru memberikan bantahan, bahwa dirinya enggan untuk dihubung-hubungkan dengan PAN lantaran dirinya kecewa tidak mendapakan rekom PAN.
“Bukan, bukan masalah rekom yang tak turun ke saya. Sejak awal sudah saya katakan, saya maju atau tidak maju sebagai Cabup-Cawabup tidak ada soal. Selama proses politik berjalan secara bermartabat,” tambahnya.
Lantas, jika tidak sejalur dengan PAN untuk mendukung Achmad Fauzi-Dewi Kholifah di pesta demokrasi yang bakal digelar akhir tahun ini. Kemanakah Hairul Anwar akan membawa loyalisnya?.
“Soal itu, gampang lah. Kalau sudah waktunya pasti akan saya sampaikan. Sampai hari ini kita tahu proses politik masih berjalan,” jawabnya tegas.
Di sisi lain, hal yang hampir serupa tapi tak sama juga disampaikan Syaiful Anang salah seorang pengurus BM PAN Kecamatan Giligenting ini, pihaknya secara terang-terangan siap mundur, bahkan dirinya rela jika harus dipecat oleh partai karena sikapnya yang akan terus menjadi ekor Hairul, dalam artian kemanapun Hairul Anwar menjatuhkan arah politiknya di Pilkada Sumenep tahun ini, Syaiful akan tetap bersama.
“Saya akan selalu ikut kemanapun mas Hairul menyatakan dukungan, dipecat partai pun saya siap, Insya Allah kaum milenial akan tetap satu suara di bawah komando mas Hairul,” pungkasnya.

















