SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran melakukan kunjungan Industri Tangguh yang bertempat di kawasan Aloha Kabupaten Sidoarjo, Rabu (10/6) siang tadi.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya, memberikan masukan tentang protokol kesehatan yang diterapkan di Industri elektronik ini.
Di masa transisi selama 14 hari menuju new normal ini, Kapolda Jatim, Irjen. Pol. Dr. M. Fadil Imran M. Si. didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah, akan terus melakukan kunjungan kerja di kawasan Industri tangguh, salah satunya di Maspion 1 Sidoarjo, Jawa Timur.
Pada kesempatan kali ini, Ali Markusselaku Direktur Maspion Grup, mengajak seluruh rombongan untuk melihat tempat pembuangan limbah berbahaya atau B3, dan juga diajak untuk melihat proses produksi pembuatan panci presto.
Ali Markus mendapat masukan tentang protokol kesehatan terhadap karyawan yang sedang berkerja untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.
Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran, memberikan masukan kepada Direktur Maspioan, untuk mengontrol orang keluar masuk.
“Untuk yang berhadap hadapan agar dikasih mika supaya tidak ada l droplet yang bisa kena orang yang di depan,” kata Kapolda Jatim Irjen. Pol. Fadil Imran.
“Kita harus sehat, harus produktif dan patuhi protokol kesehatan, itu sudah ada petunjuknya dari pemerintah daerah,” pesan Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. M. Fadil Imran.
Sementara Ali Markus, direktur Maspion I, menanggapi positif dengan masukan Kapolda Jatim.
“Ini kita sudah memasuki new life, harus bisa berdampingan dengan covid-19, bagaimana kita berdampingan hidup harus tetap sehat dan produktif, kalau tidak kita bisa kehabisan nafas, tapi alhamdulillah masih belum sampai PHK,” Jelasnya.
Ali Markus meminta kepada pemerintah daerah harus mempertegas perpu. Bagi yang di pasar harus memenuhi seleksi pasar sehat, harus memakai pelindung muka dan masker.
“Dengan kunjungan tersebut, diharapkan seluruh industri yang beroprasi harus tetap menerapkan protokol kesehatan di masa transisi ini,” pungkasnya.

















