AMPS Gelar Audiensi Bersama Bupati Sumenep, Mahasiswa Minta Transparansi Pemkab Terkait Anggaran Covid-19

- Admin

Senin, 8 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Aliansi Mahasiswa Peduli Sumenep (AMPS) gelar audiensi di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Senin (08/06) pukul 09.00 WIB.

Audiensi yang digelar AMPS tersebut adalah untuk meminta kejelasan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terkait anggaran Covid-19 yang mencapai 95 milliar.

Diketahui bahwa anggaran penanganan Covid-19 di Sumenep waktu lalu, bukan dana sedikit namun disepakati Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), bahwa anggaran penanganan dan pencegahan Covid-19 yaitu hingga mencapai 95 miliar, dan pengelolaannya dilaksanakan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) setempat.

Anggaran sebesar itu diantaranya dialokasikan untuk dapur umum, serta ditambah lagi selang beberapa waktu kemudian diberitakan bahwa anggaran Perdin (Perjalanan Dinas) dialihkan untuk penanganan Covid-19 sebesar 5 miliar.

Baca Juga:  Kabid Humas Polda Jatim, Sampaikan Langkah-langkah Atasi Covid-19

“Sebuah jumlah yang fantastis diambil oleh Pemerintah Daerah dalam peanganan dan pencegahan Covid-19 ini,” terang Hendra Prayogi, Koordinator Lapangan AMPS melalui rilisnya.

Menurut Hendra, anggaran yang begitu besar itu justru membutuhkan pengawasan yang ekstra untuk direalisasikan sebaik mungkin, selain itu juga para pengelola harus bertanggung jawab penuh terhadap hal tersebut, agar tidak disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.

Hasil data yang berhasil dikumpulkan oleh para mahasiswa saat itu, yaitu dari pernyataan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edi Rasiyadi, dijelaskan bahwa anggaran Covid-19 sudah terpakai 12 miliar secara keseluruhan dari sekian pengelolaan yang ada. Beberapa waktu lalu, sudah 320 juta dinyatakan sudah terealisasi, dari 19 miliar yang dianggarkan Untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Bupati Sumenep Dapat Penghargaan dari LEPRID, Gegara Aktif Suarakan Penggunaan Kendaraan Listrik

“Karena ini akan berlanjut panjang, maka kami minta realisasi itu benar-benar dimantapkan,” pinta Hendra.

Sejauh ini, AMPS menilai Pemkab Sumenep belum melakukan transparansi data di berbagai media terkait kebijakan soal pencegahan Covid-19. Sehingga hal ini sangat diperlukan pengawalan ketat dari semua pihak.

“Kami merekomendasi harus ada pengawalan kebijakan, agar kebijakan dari Kabupaten bisa terlaksana di bawah dengan baik,” ungkapnya.

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim menjelaskan terkait dana penanganan penanggulangan Covid-19 di Sumenep, bahwa dijelaskan dari total anggaran sebesar 95 miliar tersebut baru cair 12 miliar yang diperoleh dari kas daerah ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Baca Juga:  Pimpin Apel Pagi, Dirlantas Polda Jatim Sampaikan Program Elektronic Trasffic Law Enforcement

“OPD belum semuanya dilaksanakan karena masih nunggu barangnya dan semacamnya, artinya belum diserahkan uangnya itu bagian dari klarifikasi biar semuanya tahu,” beber Bupati Sumenep.

Dengan hal itu, juga dijelaskan bahwa dalam hal ini para mahasiswa juga diharapkan harus ikut andil dalam mengawal dan melakukan pencegahan di desanya masing-masing.

“Maka harus ada kerjasama di bawah, dan kalau bisa ada dua mahasiswa yang ikut mengawal di desa,” tandasnya.

Berita Terkait

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan
Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal
Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP
Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB