Warga Diimbau Tenang, MUI Sampang Pastikan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Sesuai Protokol Kesehatan

- Admin

Selasa, 2 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Stigma negatif terhadap tim medis yang menangani pasien meninggal akibat Covid-19 berkembang di masyarakat, khususnya soal pemulasaraan jenazah. Alhasil, banyak warga yang meragukan apakah pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 telah sesuai dengan syariat islam atau tidak?.

Seperti halnya, adanya rekaman suara yang sempat beredar di group-group WhatsApp dengan mengatakan bahwa beberapa jenazah yang terindikasi Covid-19 ini tidak di mandikan dan bahkan pakaian yang dipakai sebelum meninggal pun masih menempel di tubuh si jenazah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sampang, KH Bukhori Maksum mengatakan, bahwa pemulasaraan jenazah pasien terindikasi virus corona telah dilakukan sesuai dengan syariat agama dan protokol kesehatan.

“Pemulasaraan jenazah yang wafat karena virus corona itu telah ditetapkan dalam fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang pedoman pengurusan mayat bagi muslim yang terinfeksi wabah tersebut,” katanya didampingi tim satgas percepatan penanganan Covid-19 dalam konferensi press, Selasa (02/06/2020).

Baca Juga:  Tahun Ini, RSUD dr. H. Moh Anwar Sumenep Buka Layanan Urologi dan Pain

Lebih lanjut KH Bukhori menjelaskan, mengenai substansi fatwa tersebut agar bisa dijadikan pedoman bagi umat Islam terhadap orang yang wafat karena virus corona. Fatwa itu, imbuhnya, menjadi panduan agar petugas yang mengurusi jenazah memastikan kepatuhan agama dan keselamatan jiwa.

“Proses ini harus mengikuti syariat islam, yakni memandikan dengan cara menghilangkan najis yang ada di tubuh jenazah, dan ini tidak harus melepaskan pakaian dari jenazah itu sendiri. Kesalahpahaman seperti inilah yang sudah terjadi, sehingga menimbulkan pro kontra,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, dalam menjalankan pemulasaraan jenazah virus corona, para petugas yang menangani mayat tersebut harus menaati protokol kesehatan dan ketentuan agama.

Baca Juga:  Penyelidikan Kasus Kematian Bocah di Sampang Water Park Jalan di Tempat, Kuasa Hukum Akui Belum Terima SP2HP

Beberapa kelonggaran misalnya, papar dia, baju jenazah korban virus corona tidak harus dilepas saat proses memandikan dan jika memungkinkan menggunakan air yang dikucurkan ke seluruh tubuh.

“Tapi jika tidak dimungkinkan, agama memberikan kelonggaran dengan cara ditayamumkan. Tapi jika juga tidak dimungkinkan untuk proses pemandian dan tayamum karena pertimbangan keamanan atau teknis yang lain, maka dimungkinkan atas dasar ad darurah asy syari’ah, kemudian langsung dikafankan,” jelasnya.

Lanjut KH Bukhori, dalam proses pengafanan jenazah virus corona ada ketentuan dengan menutupi seluruh tubuh. Pada saat yang sama juga bisa dilakukan proteksi dengan menggunakan plastik yang tak tembus air. Kemudian dimasukkan ke dalam peti dan proses disinfeksi itu dilakukan secara syariat.

Baca Juga:  Tabrak Pohon Asam di Jalan Raya Taddan, Dua Warga Banyuanyar Sampang Meninggal Dunia

“Setelah itu proses menyalatkan dan dipastikan tempat yang dilaksanakan untuk kepentingan sholat itu suci serta aman dari proses penularan. Sholat ini tidak harus di rumah duka, di rumah sakit pun boleh dan dilaksanakan oleh minimal satu orang muslim karena ini soal kewajiban yang bersifat kifayah,” ujarnya.

Menurutnya, meski kekhawatiran dan kewaspadaan penting, tetapi harus dibarengi dengan pengetahuan yang memadai. Hal itu untuk menghindari jangan sampai kekhawatiran akibat kurangnya pengetahuan justru menambah resah di masyarakat.

“Kesalahpahaman ini kedepannya tidak boleh terjadi, nanti kami akan sosialisasi kepada masyarakat, pesantren dan juga tokoh agama agar sama-sama mengerti dan memahami,” tandasnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru