SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dalam rangka memperingati malam Nuzulul Qur’an, sebanyak 24 orang yang terdiri dari kaum dhuafa dan anak yatim di 6 Dusun di Desa Longos, Kecamatan Gapura, Sumenep, mendapatkan paket sembako yang dibagikan oleh Ikatan Pemuda Desa (IKAPEMDES) Longos bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Sidogiri, Minggu (10/05).
Ketua IKAPEMDES Longos, Achmad Fikri Syah mengungkapkan, setiap dusun ada 4 orang penerima paket sembako yang dibagikan. Kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an tersebut, menurut Fikri dibuka dengan acara Khatmil Qur’an sejak pukul 07:00 WIB.
“Kita punya beberapa agenda peringatan Nuzulul Qur’an hari ini yang dimulai dengan Khatmil Qur’an di Yayasan Darul Hidayah di Dusun Palegin,” kata Fikri.
Sementara kegiatan Khatmil Qur’an dengan tadarus berlangsung, pihaknya bersama sejumlah pengurus IKAPEMDES dan perwakilan LAZ Sidogiri bergerak membagikan sembako ke setiap dusun yang ada di Desa Longos.
“Kita datangi langsung para penerima yang sudah didata dimulai dari Dusun Palegin, Dusun Longos, Dusun kotte, Dusun Buabu, Dusun Telenteyan, dan Dusun Polay,” jelas Fikri.
Lanjut Fikri menjelaskan, pihaknya selain bekerjasama dengan LAZ Sidogiri untuk kegiatan bagi-bagi sembako, dalam peringatan Nuzulul Qur’an kali ini, juga turut menggandeng Pemerintah Desa setempat, GP Ansor dan IPPNU Ranting Longos.
“Ini memang kita laksanakan secara rutin sejak tahun 2018 dan selalu bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mensukseskan program-program kita,” tutur Fikri.
Atas aksi sosial yang dilakukan IKAPEMDES Longos tersebut, Ustadz Zumrowi selaku perwakilan LAZ Sidogiri mengaku apresiatif atas kegiatan yang dilakukan.
“Jadi kita (LAZ Sidogiri, red) memang punya agenda rutin juga setiap Bulan Ramadan. Dan alhamdulillah kami senang bisa bekerjasama dengan para pemuda Desa Longos untuk menyalurkan bantuan sembako ini,” kata Zumrowi.
Selain itu, Zumrowi sangat berharap, bahwa bantuan sosial berupa paket sembako tersebut, mudah-mudahan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat Desa Longos, terutama para orang yang kurang mampu, dan anak yatim. Mengingat, bulan Ramadhan kali ini dijalani di tengah-tengah wabah virus Covid-19.

















