SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kabupaten Sumenep yang sebelumnya berada di zona hijau, akhirnya menjadi zona merah setelah diketahui ada empat warga Sumenep yang positif Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan test swab.
Benteng pertahanan Covid-19 di Sumenep, sejak virus Covid-19 masuk ke Jawa Timur bertahan di zona hijau dan akhirnya di awal Ramadhan hari ini jebol.
Isu terpaparnya keempat warga Sumenep sempat simpang siur, isu tersebut banyak beredar di media sosial, baik Instagram dan juga WhatsApp grup yang beredar menjelang buka puasa, Jum’at (24/04).
Akhirnya, data kebenaran atas kabar tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Sumenep Dr. K.H. Abuya Busyro Karim, M.Si menggelar konferensi pers di media center Pencegahan dan Penanganan Covid-19.
Bupati Busyro membenarkan, bahwa di Kabupaten Sumenep sudah terdapat empat orang positif Covid-19, yang sebelumnya ada sembilan orang Tenaga Kesehatan Haji Indonesia, yang pada sempat mengikuti pelatihan di kawasan zona merah di Jawa Timur yaitu Surabaya.
“Sepuluh hari yang lalu sudah dilakukan pemeriksaan cepat dengan rapid test, dan hasilnya 5 orang positif, setelah itu yang positif kita kirim ke Surabaya,” ungkap Bupati Busyro saat memberikan pernyataan di konferensi pers, Jum’at (24/04) pukul 21:00 WIB.
Sebelumnya, lanjut Busyro, kelima warga Sumenep yang awalnya dinyatakan positif melalui hasil rapid test di Surabaya, dilakukan isolasi mandiri di rumah, dan dilakukan pemantauan dan tidak boleh keluar rumah. Hingga tadi sore, pihaknya baru menerima hasil swab dari kelima orang tersebut, dan ternyata sisa empat orang dinyatakan positif Covid-19.
“Yang positif itu 3 orang laki-laki, dan 1 orang perempuan, dan semuanya saat ini ada di RSUD dr. Moh Anwar Sumenep,” ungkapnya.
Menurut Bupati dua periode itu, bahwa segala usaha sudah dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep, sudah melakukan yang terbaik untuk Kabupaten dengan julukan kota keris ini. Bahkan pihaknya masih belum mengira akan kecolongan, justru sebelumnya yang ditakuti kata Busyro adalah mereka yang baru datang dari jauh seperti Jakarta. Sehingga segala bentuk pencegahan terus ditingkatkan di daerah pedesaan.
“Namun justru yang jebol malah di daerah kota,” lanjutnya.
Oleh karena itu, pihaknya berharap atas kejadian tersebut, untuk terus selalu mengindahkan intruksi pemerintah untuk melakukan yang terbaik untuk diri sendiri dan juga masyarakat banyak.
“Maka saya berharap kepada masyarakat Sumenep bagaimana untuk memutus rantai penularan virus Covid-19 ini,”
“Dan juga pakai masker, jaga jarak, sering-sering juga cuci tangan, dan juga makan makanan yang bergizi,” tutupnya.

















