Relawan Gusdurian Sumenep Mengaku Mendapat Perlakuan Tidak Mengenakkan dari Oknum Polisi

- Admin

Selasa, 21 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Salah seorang relawan Gusdurian saat hendak membagikan sembako di pos perbatasan Sumenep-Pamekasan, mengaku mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari salah satu oknum anggota Kepolisian Resort Sumenep, Sabtu (18/04) sekitar pukul 22:00 WIB.

Koordinator Gusdurian Peduli Kabupaten Sumenep, A’ak Abdullah Al Kudus menjelaskan dalam rilisnya, kejadian itu bermula saat para Relawan Gusdurian Peduli yang terdiri dari Faiqul Khair, Anwar, Yoggy dan Ramli mengantarkan paket sembako ke posko tersebut.

Menurut Gus A’ak, hampir setiap hari para relawan Gusdurian melakukan kegiatan semacam tersebut, yaitu memberikan sembako ke berbagai pos pengamanan Covid-19 di Sumenep, termasuk untuk Posko PAM Covid-19 yang ada di jalur tengah, di Desa Cenlecen, Kecamatan Guluk-Guluk, maupun yang ada di jalur Pantura, di desa Pasongsongan.

Baca Juga:  Diduga Ngantuk, Mobil Box PT Pos Indonesia Seruduk Pagar Rumah Warga

Lanjut Gus A’ak, hingga pada saat para relawan Gusdurian yang saat itu dikoordinir oleh Faiqul Khair tiba di Posko PAM Covid-19 perbatasan Sumenep-Pamekasan, para relawan langsung menurunkan paket bantuan makanan dari mobil relawan Gusdurian, lalu menyerahkan kepada petugas dan para relawan yang bertugas di posko tersebut.

“Seperti biasa mereka mengambil foto situasi di posko PAM Covid-19 sebagai dokumentasi Gusdurian Peduli. Setelah selesai mengerjakan tugas kemanusiaan tersebut, Tim Relawan Gusdurian Peduli ini makan malam di warung yang tak jauh dari Posko berada,” kata Gus A’ak sapaan akrabya, Selasa (21/04)

Setelah selesai makan, sambung Gus’A’ak, tiba-tiba dari belakang ada salah satu anggota polisi yang mendatangi mereka, dan tanpa alasan yang jelas oknum polisi langsung memukul kepala Faiqul Khair dengan senter sebanyak tiga kali.

Baca Juga:  Diduga Dukun Santet, Rumah Warga Lenteng Digeruduk

“Dia marah-marah dan meminta Faiqul Khair untuk menghapus foto yang diambilnya di posko tadi, tidak ada alasan yang jelas kenapa anggota Satlantas Polres Sumenep ini meminta foto tersebut harus dihapus,” terangnya.

Atas insiden tersebut, Gus A’ak menuntut anggota polisi yang bersangkutan untuk segera minta maaf atas perlakuannya yang dilakukan kepada anggota relawan Gusdurian Kabupaten Sumenep, Faiqul Khair. Relawan gusdurian juga meminta agar permintaan maaf yang harus dilakukan salah satu anggota polisi itu dilakukan secara terbuka di media massa.

Kata Gus A’ak, bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil itu sangat tidak terpuji. Karena itu, pihaknya minta agar Kapolres Sumenep memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya yang telah melakukan pemukulan salah satu anggota relawan Gusdurian.

Baca Juga:  Diduga Dianiaya Tetangganya, Warga Guluk-guluk Tewas

Dilain itu melalui rilisnya, AKBP Deddy Supriadi, S.I.K.,M.I.K selaku Kapolres Sumenep mengklarifikasi, juga tidak membenarkan atas insiden pemukulan yang dilakukan salah satu anggotanya tersebut.

Menurutnya, anggotanya hanya melakukan peneguran, hanya saja menanyakan maksud dan tujuan terhadap relawan Gusdurian prihal untuk apa melakukan pemotretan di posko pemantauan Covid-19.

“Jadi sebenarnya hanya menegur untuk tidak melakukan pemotretan,” ujar Kapolres melalui rilis.

Oleh sebab itu, Kapolres Sumenep menyampaikan, bahwa yang perlu dilakukan adalah melakukan koreksi kegiatan di posko pengamanan Covid-19, karena agar ke depan bisa lebih baik lagi.

“Jadi sekali lagi kami tegaskan bahwa tidak ada peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh salah satu anggota kepolisian di Posko Pengamanan Covid-19,” tutup Kapolres.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru