Pria Asal Ngagel Meninggal dalam Bis Tujuan Surabaya-Blitar

- Admin

Selasa, 17 Maret 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, SUARABANGSA.co.id – Seorang penumpang PO Bagong jurusan Bungurasih Blitar ditemukan meninggal dunia di dalam bus saat sampai di Tol Jombang.

korban bernama Slamet Utomo (47) warga Bratang gede 5/44 6/6 Ngagel Rejo Wonokromo Surabaya Senin (16/03) sekira pukul 21.00 WIB ketika sampai di terminal Pare.

Supir bus PO Bagong Saiful Anam mengatakan bahwa awalnya sekitar kurang lebih jam 16.00 WIB korban naik bus PO Bagong dari terminal Bungurasih, dengan posisi berdiiri.

Setelah itu bus PO Bagong mulai masuk tol korban sudah dapat tempat duduk selanjutnya setelah menjelang habis tol masuk wilayah Jombang, korban mengalami sesak nafas dan kejang kejang,

Baca Juga:  Bupati Probolinggo Tinjau Pelaksanaan Uji Coba PTM

Melihat ada penumpang sakit, para penumpang mulai panik dan dibawa oleh sopir bus Saiful Anam ke terminal Pare, bus PO Bagong sampai di terminal pare sekira pukul 18.45 WIB dan setelah dilakukan pemeriksaan teryata korban sudah meninggal dunia.

Mengetahui kejadian tersebut Supir Bus dibantu Sutrisno (59) warga Dusun Kuwik Desa Kuwik Kecamatan Kunjang Kediri melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pare Polres Kediri guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Kapolsek Pare Polres Kediri IPTU I Nyoman Sugita SE, MSi membenarkan adanya laporan dari sopir bus, polisi langsung melihat kondisi korban di dalam kendaraan.

Baca Juga:  Bersama Polres Jajaran, Polda Jatim Ngaji Kitab Kuning

“Dari keterangan dokter korban meninggal karena kecapekan di perjalanan. Dalam bus, keadaan korban sudah sakit, ini dibuktikan dari pemeriksaan dan keterangan resep obat yang dibawa korban,” ucap Kapolsek yang akrab dengan media ini.

I Nyoman Sugita Menambahkan, dari hasil olah TKP ditemukan barang bukti Uang tunai Rp 450.000, satu buah obat tablet merek tidak di ketahui warna putih berisi 10 butir masih lengkap.

Satu buah obat tablet yang tidak diketahui mereknya warna putih berisi 10 butir sudah terpakai lima butir. Satu buah obat asam fenamat dan Satu buah HP putih satu buah tasbih.

Baca Juga:  Kapolda Jatim Tekankan Polres dan Kodim Madiun Lakukan Upaya Preventif di Sidang Perdata PSHT

“Dari hasil pemeriksaan Dokter RSUD umum Dr Radity dan team inavis Polres Kediri tidak menemukan tanda-tanda kekerasan diduga korban meninggal karena sakit jantung,” pungkas Kapolsek

Berita Terkait

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
Tim DVI Berhasil Ungkap Identitas Lima Korban KMP Mutiara Sentosa II

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru