Sambut Bulan Ramadhan, GP Ansor Gapura Gelar Lomba Hadrah se-Kabupaten Sumenep

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dalam menyemarakkan datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini, Gerakan Pemuda Ansor Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur akan menggelar Festival Hadrah Klasik se-Kabupaten Sumenep.

Lomba ini menurut Subbanul Khair selaku Ketua Panitia, Lain dari itu pula, juga sebagai salah satu bukti kecintaan PAC GP Ansor Gapura terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Kegiatan ini kami lakukan juga untuk membumikan dan menumbuhkembangkan konsep ajaran Ahlussunah Waljamaah ala Nahdlatul Ulama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya, Sabtu (29/02) malam.

Dalam gelaran acara tersebut akan mengusung tema “Merajut Ukhuwah dalam bingkai Shalawat Seni Hadrah Festival Hadrah Klasik”, dan diketahui bahwa lomba tersebut akan dijadwalkan selama 5 hari yang akan dimulai pada tanggal 5 – 9 Mei 2020 di halaman Kantor Kecamatan Gapura.

Baca Juga:  Pria Lansia di Sumenep Ditemukan Tewas Membusuk di Dalam Sumur

Tambahnya, bahwa panitia membuka pendaftaran Festival Hadrah Klasik se-Kabupaten Sumenep selama sebulan lebih, yaitu dimulai pada tanggal 1 Maret sampai 3 Mei 2020 mendatang.

“Pendaftaran bisa dilakukan di Sekretariat Panitia Kantor PAC GP Ansor Kecamatan Gapura atau melalui Contact Person yang tertera di pamflet-pamflet dan banner yang mulai kami sebar,” terang Subbanul.

Sementara itu Ketua PAC GP Ansor Gapura, Marzuki mengatakan bahwa Festival Hadrah Klasik se-Kabupaten Sumenep yang akan dilaksanakan nanti di bulan Ramadan 1441 Hijriah, guna meningkatkan IMTAQ dan rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, dan juga membina silaturrahim yang hangat dan erat sesama muslim, juga untuk membentuk mental dan melatih keberanian anak bangsa.

Baca Juga:  Operasi Begal Besar-besaran, Polres Lumajang Temukan Senjata Api Rakitan

“Termasuk menumbukan suasana Fastabiqul Khairat, dan memperkuat jalinan persatuan dan kebersamaan antar warga Nahdliyin dan masyarakat,” katanya.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap terhadap partisipasi Jam’iyatul Hadrah se-Kabupaten Sumenep untuk mengikuti dan menyemarakkan lomba Hadrah Klasik ini.

Menurut Marzuki bahwa bagaimanapun, hadrah klasik merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan.

“Kalau bukan kita, siapa lagi. Jadi, saya ajak seluruh Jam’iyatul Hadrah dan masyarakat untuk meramaikan lomba ini,” tutup Marzuki.

Leave a Reply