Dana Non-Earmark Kini Diawasi Ketat, Jangan Sampai Gagal Cair Karena Pelesiran

- Admin

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Transformasi digital dan pengetatan aturan keuangan desa sedang berada di titik krusial. Perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kini diingatkan untuk tidak lagi menganggap dana non-earmark sebagai anggaran bebas yang bisa digunakan untuk kegiatan tanpa manfaat konkret bagi warga.

Mustakim Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro menegaskan, bahwa sinkronisasi antara kebijakan penggunaan anggaran dengan sistem administrasi terbaru seperti yang tertuang dalam PMK 81/2024 tentang Sistem Inti Administrasi Perpajakan (Coretax) dan aturan penyaluran terbaru, menuntut transparansi total.

Lelaki yang akrab dipangil Takimdjaeman tersebut menyoroti fenomena di berbagai daerah di mana dana non-earmark tahap II terancam gagal cair , karena kendala administrasi dan batas waktu verifikasi yang semakin ketat.

Baca Juga:  Moch Mansur: IPSI Bojonegoro Harus Tegak Lurus pada Aturan, Jangan Terpancing Klaim Sepihak

“Dulu mungkin verifikasi masih longgar. Sekarang, dengan semangat integrasi data dalam PMK 81/2024, setiap transaksi desa terpantau sistem. Jika desa lebih mementingkan agenda ‘pelesiran’ yang dibungkus studi banding tanpa dokumen syarat salur yang benar, risikonya fatal, dana non-earmark tahap berikutnya tidak akan turun dari KPPN,” jelas Takimdjaeman.

Tambahnya, takimdjaeman juga menyinggung adanya syarat-syarat baru dalam pengelolaan desa, seperti kewajiban mendukung program strategis nasional.

Dana non-earmark yang sedianya untuk infrastruktur atau operasional bisa tertahan jika desa gagal memenuhi persyaratan administratif.

“Sangat tidak relevan jika perangkat desa/BPD memaksakan rekreasi atau studi banding yang hanya sekadar jalan-jalan, sementara ada kewajiban baru seperti pembentukan unit ekonomi produktif (red:KDMP) atau pembenahan sistem pajak desa yang harus diselesaikan. PMK 81/2024 mendorong semua lembaga, termasuk pemerintah desa, untuk masuk ke ekosistem digital yang akuntabel,” tambahnya.

Baca Juga:  Suasana Jogja dan Eropa, Warga Bojonegoro Ramai Selfi di Sepanjang Jalan Pangsud

Pesan untuk Perangkat Desa,
Mustakim Projo memberikan tiga poin utama untuk diselaraskan oleh pemerintah desa.

1, Prioritaskan Syarat Salur: Pastikan dokumen laporan penggunaan dana non-earmark sebelumnya selesai sebelum batas waktu, agar tahap berikutnya cair.

2, Studi Banding Harus Berbasis Output: Jika harus keluar daerah, tujuannya harus untuk mempelajari efisiensi sistem perpajakan desa atau inovasi ekonomi, bukan rekreasi tersembunyi.

3, Hati-hati Dana Operasional:Alokasi operasional 3% harus digunakan secara bijak untuk koordinasi yang mendukung program kerja desa, bukan kepentingan pribadi.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Buka Langsung Sosialisasi Program Jatim Puspa 2024

“Intinya, pemerintah pusat sudah menyiapkan sistem yang canggih melalui PMK 81/2024. Desa harus menyesuaikan diri. Jangan sampai masyarakat yang dirugikan karena pembangunan jalan atau irigasi mandek gara-gara dana non-earmark terblokir akibat kelalaian administratif atau penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran,” pungkasnya.

Catatan Redaksi: Berita ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar ikut mengawasi transparansi APBDes di tengah perubahan regulasi nasional yang semakin ketat.

Informasi Tambahan,
PMK 81/2024,Mengatur tentang sistem Coretax yang menuntut integrasi pajak dan transparansi keuangan digital mulai 2025.

Dana Non-Earmark: Dana yang fleksibel namun tetap wajib dilaporkan penggunaannya dengan benar agar tahap selanjutnya dapat disalurkan oleh negara.

Penulis : Mus

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 15:43 WIB

Polda Jatim Bongkar Penipuan Investasi Saham Crypto Jaringan Internasional, Transaksi Mencapai Triliunan Rupiah

Senin, 14 September 2026 - 13:17 WIB

Krisis Air Bersih di Bojonegoro, Kodim 0813 Guyur 77 Ribu Liter Air untuk 3 Kecamatan Terdampak Kemarau

Kamis, 3 September 2026 - 08:09 WIB

Sah! Kompol Kaisar dan AKP Harjo Resmi Jabat PJU Polres Bojonegoro

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:26 WIB

Perkuat Sinergi Daerah, Polres Bojonegoro Gelar Mancing Kamtibmas

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Kunjungi MPS Dander, Kapolres dan Wakapolres Bojonegoro Beri Motivasi Ribuan Pekerja Linting Cigaret

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Kapolres Bojonegoro: Polwan Harus Jaga Marwah Polri di Dalam dan Luar Dinas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Peringati Maulid Nabi, Dandim Bojonegoro Tegaskan Pentingnya Integritas dan Moral Prajurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Sabet Penghargaan Kategori A dari Kapolri, Kapolres Bojonegoro: Ini Bukan Tujuan Akhir

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB