Polemik PT Sata Tec dan Sekolah, Kades Sukowati Dukung Keputusan Pemkab Bojonegoro

- Admin

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Polemik Sata Tec dengan TK dan PAUD serta warga Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, dimana Kepala Desa Sukowati Amik Rohadi juga sempat diisukan menerima uang dari para pekerja yang sempat dimasukan ke pabrik pengolahan batang tembakau tersebut.

Hal tersebut disikapi oleh Amik Rohadi selaku kepala Desa Sukowati, bahwa Sata Tec Indonesia (STI) itu Bermanfaat untuk warga Sukowati, dari awal pemilik Sata tec Indonesia Tantowi Y sudah komunikasi dengan pihak desa.

“Perusahaan sata tec itu bermanfaat untuk masyarakat, ya dipikir bareng-bareng, ya dampaknya, ya mudhorotnya,” ungkapnya.

Saat disingung oleh awak media SUARABANGSA.co.id terkait adanya isu pungli yang dilakukan Kepala Desa Sukowati, dari satu juta sampai satu juta lima ratus, hal tersebut dijawab dengan tegas oleh kepala desa yang gemar membantu warganya.

Baca Juga:  Gandeng Dinkes, BIN Sumenep Lakukan Vaksinasi di SDN 1 Pragaan Laok

Menurutnya, hal tersebut tidak benar dan dirinya sudah mendengar hal tersebut, beliau juga sudah mendengar kalau orang-orang yang bekerja di pabrik tersebut sudah ditanya satu persatu oleh Pihak perusahaan, Amik rohadi menegaskan tidak pernah meminta karyawan yang dimasukan ke STI Serupiahpun.

“Satu rupiah pun saya tidak pernah menerima, dan memang ada rumor saya menerima satu juta, satu juta setengah juta, hinga ada yang bilang kalau masuk ke sata tec lewat saya membayar, maka itu saya tidak mau komentar terkait sata tec pasca hearing kemarin,” tegasnya.

Baca Juga:  Tunjang Pengembangan Destinasi Wisata, Pemkab Bojonegoro Menyiapkan Kuliner Khas Daerah

Saat ditanya terkait asal usul gudang tembakau dan sekolahan, Amik menceritakan tentang asal asul gudang tembakau yang berdampingan dengan sekolahan, tapi dulu tidak pernah ada masalah, dan dirinya sadar Desa Sukowati kecamatan kapas masuk di wilayah kawasan Industri secara regulasinya, dan maka itu berharap kepada pemerintah ada solusi bersama dengan duduk bersama.

“Dulu saya tidak tahu kalau ini akan buat pabrik tembakau, memang dari dulu adalah gudang tembakau, tapi gudang tembakau saja, tidak produksi (red:pengolahan) dan Sekolahannya sudah ada dari dulu dari pada gudangnya,” tegasnya.

Baca Juga:  Pemkab Bojonegoro Lakukan MoU Dengan PT Pertamina EP Cepu

Saat disingung terkait solusi dengan Pemindahan Sekolahan oleh pemerintah, Amik menegaskan Pemerintah desa akan mendukung dengan pemindahan sekolah tersebut, dan di Sukowati ada aset desa yang siap ditempati oleh sekolahan kalau hal tersebut benar terjadi.

“Saya setuju dan ikut apa yang diputuskan oleh pemerintah Daerah, tapi di sini ada aset desa semua masuk ke dalam desa,” pungkasnya.

Dan kepala desa berpesan pada warganya yang hari ini di rumahkan sementara harap untuk bersabar karena perizinannya PT Sata Tec Indonesia belum lengkap, pasca disidak oleh Wakil Bupati dan memerintahkan untuk Tutup dulu sebelum izin tersebut belum keluar.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru