SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – Tujuh komplotan spesialis maling kabel Telkom yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo berhasil dilumpuhkan oleh Polda Jatim.
Komplotan pencuri kabel telkom itu yaitu YMS (33) asal Jakarta Timur, QH (38) asal Bogor, HS (28) asal Lampung, EB (30) asal Jawa Tengah, MS (30) asal Bekasi dan AN (25) asal Lampung.
Sedangkan seorang pelaku yang tewas tertembus peluru panas berinisial YS (22) asal Lampung.
Kabidhumas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan bahwa para pelaku mencuri kabel telkom yang ditanam di bawah tanah di Bundaran Aloha Kecamatan Waru Sidoarjo.
“Polisi mencurigai adanya aktivitas pembongkaran kabel milik PT Telkom Indonesia yang dilakukan tujuh orang di sekitar Bundaran Aloha, Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (11/1/2022) tengah malam,” terangnya.
Kabel berdiameter 10 centimeter dengan panjang 200 meter itu kemudian hendak diangkut menggunakan dua truk. Lantaran curiga, Polisi kemudian menyelidikinya.
Dan benar saja, mereka adalah komplotan pencurian spesialis kabel Telkom yang selama ini meresahkan.
“Kemudian dilakukan upaya penangkapan dan berhasil mengamankan beberapa tersangka,” imbuh Gatot, Selasa (18/1/2022).
Saat dilakukan penangkapan, para pelaku melawan dengan menabrak mobil petugas. Meski sudah diberi tembakan peringatan, para pelaku tetap nekat menyerang polisi.
“Sehingga dilakukan tindakan terukur, sehingga menyebabkan inisial YS meninggal dunia di RS Bhayangkara,” katanya.
Sementara itu, Wadireskrimum Polda Jatim AKBP Ronald Purba menambahkan, kerugian yang ditanggung PT Telkom Indonesia atas aksi pencurian ini ditafsir mencapai miliaran rupiah. Sebab, untuk kabel sepanjang 200 meter yang dicuri pelaku senilai 200 juta.
Bukan itu saja, selain kerugian materiil. Aksi komplotan juga menyebabkan gangguan komunikasi yang sering dialami pelanggan Telkom.
“Ini sangat vital karena ini terkait dengan jalur komunikasi, jalur internet semua terhubung kabel-kabel di bawah tanah ini,” tandas Ronald.

















