Sikap Anti Kritik Oknum Bidan Puskesmas Karang Penang Sampang Jadi Penilaian Masyarakat

DBHCHT Sumenep

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Oknum Bidan yang berdinas di Puskesmas Karang Penang, Kecamatan Karang Penang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, sepertinya alergi dengan kritikan dan terkesan enggan menerima masukan dari masyarakat setempat yang memberi informasi secara faktual situasi dan kondisi di lapangan secara objektif.

Sikap anti kritik oknum bidan berinisial KL itu dinilai berbagai kalangan akan berimbas pada minimnya kepercayaan warga terhadap pelayanan Puskesmas.

Bahkan, pernyataan oknum bidan yang dituangkan melalui story WhatsApp pribadinya itu juga mengindikasikan jika sosok oknum bidan tersebut belum siap hidup di alam demokrasi.

Baca Juga:  Tradisi Menikah di Bulan Haji, Sejumlah Pasangan di Sampang Lepas Masa Lajang

Menanggapi kejadian tersebut, Kepala Dinas Kesehatan dan KB (Dinkes KB) Kabupaten Sampang, dr Abdullah Najich angkat bicara.

Pria yang akrab disapa dr Najich itu mengatakan, jika pihaknya telah memerintahkan kepada Kepala Puskesmas setempat untuk melakukan pembinaan.

“Kami sudah perintahkan Kepala Puskesmas untuk segera melakukan pembinaan,” jelasnya kepada kontributor suarabangsa.co.id dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (28/10/2021).

Disinggung terkait sangsi yang akan diberikan kepada oknum bidan tersebut. Ia tidak bisa menjelaskan secara rinci. Namun, pihaknya memastikan akan membina oknum bidan itu.

“Itu nanti saya lihat dulu di Puskesmas, kami sedang telusuri dan konfirmasi terhadap fakta yang terjadi,” tandasnya.

Baca Juga:  Pasca OTT, Polres Sampang Bakal Dalami Kasus Pemerasan yang Dilakukan Dua Oknum LSM

Sementara itu, Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (Lira) DPC Kabupaten Sampang, Sudar meminta kepada oknum bidan itu agar tidak anti kritik, serta bisa menerima saran dari semua kalangan tidak terkecuali dari media.

“Kalau memang tidak senang dengan suatu berita tinggal klarifikasi. Namun jika berita itu sudah sesuai fakta dan berita itu sebagai kritikan, jadikan sebagai pemicu untuk bekerja lebih baik lagi,” tegas Sudar.

Sudar pun berharap agar menjadikan suatu kritikan tersebut untuk berbenah. Menurutnya, kritik merupakan salah satu cara warga negara, untuk mengawasi dan berpartisipasi dalam pemerintahan yang dijamin dalam konstitusi UUD 1945.

Baca Juga:  Cegah Corona Meluas, Dinkes Sampang Gelar Rapid Test Massal di 4 Pasar Tradisional

“Sangat naif bila si wartawan yang menulis berita itu dianggap tak sebanding dengan dosanya. Jadi, si oknum bidan ini tampaknya belum siap hidup di negara demokrasi. Bagi dia kritik itu seolah mengganggunya,” ucap Sudar memungkasi.

Leave a Reply