Blusukan Hingga Pelosok Desa, Persatuan Wartawan Sampang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

- Admin

Selasa, 5 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif.

Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda. Menyadari hal tersebut, Persatuan Wartawan Sampang (PWS) turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi tentang bahayanya dampak hoax serta pencegahan yang bisa dilakukan.

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, pada Selasa (05/10/2021) organisasi yang sudah berusia 7 tahun itu blusukan ke Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Camat Torjun Moh Lutfi Maliki saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Tangkal Informasi Hoax, yang diselenggarakan oleh PWS mengatakan bahwa, kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang buruk jika disalahgunakan.

Baca Juga:  Ditinggal Jualan Ibunya, Seorang Siswa di Sampang Gantung Diri

“Penyampaian informasi begitu cepat, dimana setiap orang mudah memproduksi informasi, melalui media sosial. Jadi ini harus kita sikapi dengan baik, agar tidak menjadi penyebar atau korban hoax,” kata Lutfi.

Untuk itu, Lutfi mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Sampang, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama pengguna media sosial agar lebih bijak.

“Kami dari forkopimcam Kecamatan Torjun menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya sosialisasi dan edukasi tangkal Hoax ini. Ini adalah satu-satunya organisasi wartawan yang melaksanakan kegiatan edukasi secara langsung kepada masyarakat di pelosok desa,” pungkas Lutfi.

Sementara itu, Ps Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Sampang Aipda Liwail Amri juga mengingatkan agar generasi muda tidak sembarangan membagikan sesuatu di internet, misalnya informasi menyinggung orang lain.

Baca Juga:  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Pengunjung Objek Wisata Pantai Camplong Sampang Menurun Drastis

“Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet bisa terancaman pidana. Cek dulu informasi yang ingin disebarkan, apa dapat merugikan orang lain, jangan sampai bersinggungan dengan hukum,” ungkap Amri.

Selain memberikan edukasi tentang berita hoax. Kata Amri, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi guna pencegahan pandemi COVID-19 khususnya di Kota Bahari.

“Kami mengajak masyarakat dapat mendukung program vaksinasi itu agar pandemi ini segera menghilang dan pertumbuhan ekonomi kembali normal,” tutur Amri memungkasi.

Ditempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Sampang (PWS) Abdus Salam menyatakan, dampak hoax tidak hanya terjadi di kota-kota besar dimana infrastruktur informasi sudah mapan.

Dampak hoax, kata dia, juga bisa melanda masyarakat terpencil. Meski intensitas sebaran hoax dinilai lebih rendah, dengan minimnya sumber informasi yang valid sering membuat masyarakat terbawa arus informasi yang belum tentu benar terutama melalui sosial media.

Baca Juga:  Polres Probolinggo Mulai Persiapkan Pengamanan Pilkades Serentak 2022

“Saat ini media sosial hampir semua orang punya, tidak hanya di kota saja yang di perkampungan pun juga punya, minimal Facebook pasti dia punya. Nah lewat cara ini lah hoax bisa masuk,” ucap Abdus.

Menurut Abdus, pihaknya berinisiatif untuk membantu pemerintah melalui upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar menghindari Hoax, ujaran kebencian dan perpecahan bangsa. Sebab dari hoax bisa menyebabkan perseteruan bahkan hingga peperangan sekalipun.

“Penyebaran hoax paling besar itu ada pada media sosial. Jadi jangan pernah salah menggunakan media sosial anda, karena jejak digital anda tidak akan terhapus,” tandas Abdus.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru