Blusukan Hingga Pelosok Desa, Persatuan Wartawan Sampang Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

DBHCHT Sumenep

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Media sosial semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif. Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif.

Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda. Menyadari hal tersebut, Persatuan Wartawan Sampang (PWS) turun langsung ke masyarakat untuk memberikan edukasi tentang bahayanya dampak hoax serta pencegahan yang bisa dilakukan.

Pantauan kontributor suarabangsa.co.id, pada Selasa (05/10/2021) organisasi yang sudah berusia 7 tahun itu blusukan ke Desa Kanjar, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Camat Torjun Moh Lutfi Maliki saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Tangkal Informasi Hoax, yang diselenggarakan oleh PWS mengatakan bahwa, kemajuan teknologi informasi komunikasi saat ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak yang buruk jika disalahgunakan.

“Penyampaian informasi begitu cepat, dimana setiap orang mudah memproduksi informasi, melalui media sosial. Jadi ini harus kita sikapi dengan baik, agar tidak menjadi penyebar atau korban hoax,” kata Lutfi.

Baca Juga:  Ini 5 Calon Kades Banjar Talela Yang Lolos Seleksi, Petahana Gugur

Untuk itu, Lutfi mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan Persatuan Wartawan Sampang, dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, terutama pengguna media sosial agar lebih bijak.

“Kami dari forkopimcam Kecamatan Torjun menyampaikan apresiasi dan menyambut baik atas terselenggaranya sosialisasi dan edukasi tangkal Hoax ini. Ini adalah satu-satunya organisasi wartawan yang melaksanakan kegiatan edukasi secara langsung kepada masyarakat di pelosok desa,” pungkas Lutfi.

Sementara itu, Ps Kanit Bintibsos Sat Binmas Polres Sampang Aipda Liwail Amri juga mengingatkan agar generasi muda tidak sembarangan membagikan sesuatu di internet, misalnya informasi menyinggung orang lain.

“Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet bisa terancaman pidana. Cek dulu informasi yang ingin disebarkan, apa dapat merugikan orang lain, jangan sampai bersinggungan dengan hukum,” ungkap Amri.

Baca Juga:  Tolak Pemanggilan Habib Rizieq, Ratusan Massa FPI Datangi Polres Sampang

Selain memberikan edukasi tentang berita hoax. Kata Amri, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut serta menyukseskan program vaksinasi guna pencegahan pandemi COVID-19 khususnya di Kota Bahari.

“Kami mengajak masyarakat dapat mendukung program vaksinasi itu agar pandemi ini segera menghilang dan pertumbuhan ekonomi kembali normal,” tutur Amri memungkasi.

Ditempat yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Sampang (PWS) Abdus Salam menyatakan, dampak hoax tidak hanya terjadi di kota-kota besar dimana infrastruktur informasi sudah mapan.

Dampak hoax, kata dia, juga bisa melanda masyarakat terpencil. Meski intensitas sebaran hoax dinilai lebih rendah, dengan minimnya sumber informasi yang valid sering membuat masyarakat terbawa arus informasi yang belum tentu benar terutama melalui sosial media.

“Saat ini media sosial hampir semua orang punya, tidak hanya di kota saja yang di perkampungan pun juga punya, minimal Facebook pasti dia punya. Nah lewat cara ini lah hoax bisa masuk,” ucap Abdus.

Baca Juga:  Sebanyak 26 Perusahaan Buka Lowongan Kerja di Job Market Fair Sumenep

Menurut Abdus, pihaknya berinisiatif untuk membantu pemerintah melalui upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar menghindari Hoax, ujaran kebencian dan perpecahan bangsa. Sebab dari hoax bisa menyebabkan perseteruan bahkan hingga peperangan sekalipun.

“Penyebaran hoax paling besar itu ada pada media sosial. Jadi jangan pernah salah menggunakan media sosial anda, karena jejak digital anda tidak akan terhapus,” tandas Abdus.

Leave a Reply