Cak Wiwid, Penyandang Disabilitas di Sampang yang Pantang Menyerah Ditengah Pandemi

- Admin

Sabtu, 14 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Bagaimanapun keadaannya, hidup tetap harus disyukuri dan dijalani dengan penuh semangat. Itulah yang dilakukan Tricahyo Slamet Widodo.

Meski kedua kakinya tak berfungsi dengan normal, tetapi dia tidak berpangku tangan. Sebagai penyandang disabilitas tunadaksa, pria yang biasa disapa Cak Wiwid itu tetap semangat bekerja mencari nafkah halal bagi keluarganya ditengah pandemi Covid-19.

Cak Wiwid mengalami kelainan sejak kecil. Kakinya mengecil sehingga tidak bisa menopang anggota tubuhnya layaknya manusia normal. Kalau berjalan, dia menggunakan tongkat ketiak untuk mencapai tempat yang dituju.

Saat ditemui kontributor suarabangsa.co.id, di rumahnya Desa Patarongan, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Pria berusia 51 tahun tersebut tengah sibuk dengan pekerjaannya.

Ya, bapak empat anak ini membuka usaha service kompor gas. Dengan telaten, dia mengutak-atik kompor gas milik pelanggannya. Sesekali ia harus beranjak dari tempat duduknya untuk mengambil peralatan yang dibutuhkan.

Baca Juga:  Terduga Pembuat Pamflet 'Lomba Carok Kabupaten Sumenep' Diamankan Polisi

“Maklum mungkin mereka takut salah utak-atik, nanti malah kompornya meledak,” kisah pria yang merupakan tulang punggung keluarganya tersebut, Sabtu (14/08/2021).

Berkawan dengan benda berbahaya seperti itu, bukan tanpa risiko. Bila tak benar-benar paham ‘psikologi’ kompor, tabung LPG dan api. Tapi bagi pria yang sehari-hari aktif sebagai wartawan di salah satu media online ini, hal itu sudah biasa.

Keberaniannya itu, rasanya tak sepadan dengan tarif jasa service yang ia berikan. Cak Wiwid menarik rata-rata Rp 50 ribu untuk perbaikan satu kompor gas yang sudah rusak berat. Diluar harga sparepart.

Baca Juga:  Tak Berfungsi, Pangkalan Pendaratan Ikan di Camplong Sampang Jadi Mubazir

Tapi, ia punya keuntungan sosial yang harganya tak sebanding dengan materi. Yakni keberanian untuk bereksperimen yang tiada duanya dengan kondisi tubuh yang tak normal itu.

“Saya senang bisa mendapatkan kepercayaan dari para pelanggan. Saya merasa pengalaman saya sungguh tak sia-sia, dengan ini ada pemasukan buat keluarga,” ucapnya.

Pria yang juga Humas di PPDI Kabupaten Sampang itu mengakui jika ‘pagebluk’ virus corona ini perjuangan hidupnya kian berat, naik turun seperti roller coaster. Terlebih, dia harus merawat ibunya yang menderita penyakit stroke.

“Alhamdulillah, yang penting sudah bisa mencukupi biaya hidup keluarga. Kalau makan tempe atau apa ya gak papa. Pokoknya pintar memanage,” kata dia.

Menurut Cak Wiwid, banyak orang yang mengidentikkan para penyandang disabilitas dengan pengemis atau tukang meminta-minta, padahal sebenarnya tidak semua penyandang disabilitas melakukan hal tersebut untuk mendapatkan uang.

Baca Juga:  Pererat Tali Silaturahmi Antar Perawat, DPD PPNI Kabupaten Sampang Gelar Halal Bihalal

“Masih banyak para penyandang disabilitas yang mau bekerja meskipun memiliki kekurangan. Intinya punya kemauan untuk berusaha, orang normal pun kalau tidak mau berusaha pasti tidak bisa,” ujarnya.

Ia pun berharap kepada para penyandang disabilitas lainnya untuk tidak selalu meminta belas kasihan dari orang lain. Sebab, selama seseorang mau untuk berusaha, meskipun memiliki keterbatasan atau memiliki fisik yang tidak sempurna berbagai rintangan dalam hidup bisa dilewati dengan baik.

“Buat teman-teman yang juga penyandang disabilitas, jangan pernah berputus asa. Disabilitas bukan akhir segalanya, meskipun kita memiliki kekurangan kalau kita mau belajar dengan baik dan berusaha pasti bisa,” tandasnya.

Berita Terkait

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi
​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro
Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo
Hadir di Wilbex 2026, National Hospital Buka Konsultasi Gratis Bagi Pengunjung
Pameran Wilbex Vol 2 2026 Surabaya Resmi Dibuka, Pengunjung Penuhi Lokasi Sejak Pagi
Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak
Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
XPENG Perluas Pasar Mobil Listrik Pintar di Jawa Timur lewat GIIAS Surabaya 2026

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 19:48 WIB

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi

Jumat, 11 September 2026 - 22:17 WIB

​Wabup Nurul Azizah Tegaskan Pentingnya Memahami Sejarah Maritim dan Kolonial Bojonegoro

Selasa, 8 September 2026 - 10:23 WIB

Goyang New Karista hingga UMKM Laris Manis, Kolaborasi Pemuda dan BKN Meriahkan Tanjungharjo

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Hadir 3 September di Surabaya, Wilbex 2026 Vol 2 Siapkan Ruang Eksplorasi Anak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:32 WIB

Semarak Merah Putih Kemerdekaan RI, Cara BRI Angkat Ekonomi Desa Doudo Gresik

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:12 WIB

DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Berita Terbaru

Mimi Owner SRJ Rogojampi

Daerah

Ramaikan CFD, Tim SRJ Gowes ke Songgon Banyuwangi

Minggu, 13 Sep 2026 - 19:48 WIB