Anggota DPRD Sumenep Minta Pemkab Cari Terobosan Baru Pulihkan Ekonomi Masyarakat

- Admin

Minggu, 8 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dalam situasi pandemi dan dalam penerapan PPKM ini, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diminta untuk benar-benar memperhatikan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep, Sami’oeddin mengatakan bahwa masalah ekonomi kerakyatan juga harus dipikirkan dalam penerapan PPKM ini.

“Karena dampaknya sangat luar biasa terhadap ekonomi masyarakat kita,” terang Politisi PKB tersebut.

Pria asal Baraji Gapura itu menambahkan, pemerintah harus memberikan sedikit kelonggaran kepada masyarakat menengah ke bawah untuk dapat memulihkan perekonomiannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga:  Deklarasi Kampanye Damai Banuaju Barat, Camat Batang-Batang Ingatkan Panitia

“PPKM ini saya harap ada kelonggaran kelonggaran dari pemerintah. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3 M itu,” imbuhnya.

Ia juga meminta Pemkab Sumenep untuk mencari terobosan baru guna memulihkan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Seharusnya yang menjadi atensi pemerintah adalah kerumunan. Kerumunan di pedesaan masih kerap terjadi dan harus segera diatasi,” sambungnya.

“Ini yang harus ditertibkan dengan memaksimalkan Kades yang ada. Sebab yang tau kondisi di bawah adalah Kades,” timpal Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumenep itu.

Baca Juga:  Bupati Achmad Fauzi Buka Kejurnas Sumenep Drag Bike

Dalam upaya penertiban kerumunan tersebut, lanjut dia, hendaknya dengan menggunakan langkah yang arif. Selain itu, juga menggunakan bahasa yang santun tanpa anarkis.

“Pakailah kata kata yang bijak, gak boleh langsung mengobrak abrik,” tukasnya.

Dirinya berharap, pandemi Covid-19 di kota keris ini segera selesai agar perekonomian kembali normal.

“Semoga cepat selesai dan pulih kembali,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal
Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro
Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander
Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik
SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Kutukan Migas Bojonegoro: APBD 2027 Diproyeksi Anjlok Rp5,2 Triliun, Tim Kartel Peringatkan Ancaman Lumpuh Fiskal

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Peringati HUT ke-50 Koperasi Kareb, Begini Komentar Wabup Bojonegoro

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gelar Gebyar Sholawat Bersama Gus Iqdam, Koperasi Kareb Bojonegoro Peringati HUT ke-50, Kurang Lebih 35 Ribu Masa Padati MPS Dander

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:27 WIB

Tonton MotoGP Mandalika saat Warga Dilanda Kekeringan, Anggota DPRD Bojonegoro Dikritik

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Berita Terbaru