Warga Pajeruan Kedungdung Gelar Hajatan, Satgas Covid-19 Sampang Kecolongan Lagi

- Admin

Rabu, 21 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemerintah telah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat Jawa-Bali hingga 25 Juli 2021. Perpanjangan dilakukan setelah menilai lonjakan kasus Covid-19 belum melandai signifikan.

Meski begitu, beberapa warga di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur terbilang nekat menggelar resepsi pernikahan anaknya yang berpotensi mengundang kerumunan. Seperti yang terjadi di Desa Taddan Kecamatan Camplong.

Dan juga yang terjadi di Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung yang salah satu warganya berani menggelar pesta hajatan pernikahan, pada Rabu (21/07/2021) malam.

Baca Juga:  Warga Sesalkan Petugas Damkar tidak Sigap Atasi Kebakaran di Jalan Kusuma Bangsa

Hajatan pernikahan yang diiringi orkes dangdut tersebut mengabaikan protokol kesehatan. Kontributor suarabangsa.co.id, juga menerima video kiriman dari seorang warga yang tidak ingin disebutkan identitasnya.

Dalam video tersebut, para penonton maupun para artis dan juga musisi tidak memakai masker dan terlihat sangat berkerumun.

Kondisi itu banyak mendapat tanggapan miring dari masyarakat. Sehingga perlu, penetrasi dan langkah tegas mengantisipasi peredaran wabah Covid-19.

Dengan adanya kejadian-kejadian itu, keberadaan Satgas Covid-19 dari tingkat Desa, Kecamatan hingga tingkat Kabupaten di pertanyakan.

Baca Juga:  Program Makanan Bergizi Sudah Mulai Disalurkan pada Siswa di Pamekasan

“Ramai sekali yang lihat. Mungkin sekarang sudah bebas ya,” ujar salah satu warga yang sempat melihat acara dangdutan tersebut.

Ia beranggapan jika PPKM darurat jawa bali sepertinya tidak mempan untuk masyarakat desa karena terbukti masih tetap nekat mengadakan hiburan yang mengundang kerumunan.

“Satgas Covid-19 di Kedungdung ini kemana kok seperti ini masih di biarkan. Jika kejadian seperti selalu dibiarkan, bagaimana upaya pemerintah memerangi virus Covid-19 ini akan selesai,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini dipublish belum ada konfirmasi dari Satgas Covid-19.

Baca Juga:  Polres Jember Tangkap 2 tersangka Kasus Ganja Hidup dan Narkotika

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru