Jadi Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Kembalikan Suasana Keraton

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Usai dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi dan Nyai Hj. Dewi Khalifah berjanji akan mengembalikan suasana Keraton Sumenep.

Kini, hari pertama kerja setelah dilantik pada Jumat lalu, Bupati Fauzi langsung menetapkan tata cara masuk Keraton Sumenep.

Dimulai dari tata cara masuk keraton seperti zaman kerajaan. Di mana Labang Mesem menjadi pintu utama.

Semua orang yang berkepentingan, termasuk Bupati Fauzi sendiri akan masuk dan keluar Keraton Sumenep melewati Labang Mesem.

“Labang Mesem dan beberapa pintu di Keraton Sumenep dijaga oleh pasukan keraton yang menggunakan baju adat Sumenep,” tutur Fauzi, Senin (01/03).

Politisi PDI Perjuangan itu menambahkan, bahwa Pendopo Agung Keraton Sumenep ditetapkan sebagai halaman depan. Sementara Rumah Dinas Bupati Sumenep adalah bagian belakang.

Semua penghuni, dan tamu wajib melewati Labang Mesem sebagai pintu utama keraton. Bahkan Bupati juga melewati Labang Mesem.

Selain soal pintu masuk, suami Nia Kurnia itu menyatakan jika pada saat melewati kamar raja, pengunjung dan penghuni wajib membuka alas kaki. Bahkan, siapapun dilarang merokok di areal keraton.

“Semua itu sebagai bentuk penghormatan bagi para leluhur,” imbuh Fauzi.

Selebihnya, tujuan dari kebijakan tersebut tidak lain agar bangunan dan cagar budaya yang ada di Keraton Sumenep tidak rusak dan tetap asri meski usianya sudah hampir 800 tahun. Seluruh aturan itu juga berlaku untuk bupati dan keluarganya.

Mantan Wabup Sumenep itu juga mengatakan bahwa semua itu awalnya berdasarkan aspirasi dari masyarakat, khususnya para keturunan Raja Sumenep yang menginginkan pelestarian Cagar Budaya Keraton Sumenep.

“Ini juga sesuai dengan masukan pihak-pihak yang menginginkan nilai-nilai budaya di Sumenep lebih dihargai. Termasuk keberadaan Keraton Sumenep,” pungkasnya.(*)

Baca Juga:  Polres Sampang Harap Masyarakat Tidak Terprovokasi Dalam Kondisi Saat Ini

Leave a Reply