Balap Liar Masih Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan di Sampang, Polisi Sebut Pelaku Kucing-kucingan

- Admin

Minggu, 7 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Aksi balap liar ternyata masih menjadi agenda rutin yang berlangsung di sejumlah ruas jalan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Balapan motor masih sering dilakukan setiap menjelang akhir pekan meski harus kucing-kucingan dengan petugas kepolisian.

Bahkan, aksi nekat tersebut dilakukan dijalan raya yang lokasinya berdekatan dengan pusat pemerintahan. Seperti dijumpai di sekitar lapangan Wijaya Kusuma, Kecamatan Sampang pada Sabtu (06/02/2021) dini hari.

Aksi balapan liar ini sangat meresahkan warga dan para pengguna jalan. Apalagi dilakukan ditengah pandemi Covid-19 sekarang ini, para remaja itu seolah mengabaikan keselamatan diri mereka dan pengguna jalan lain. Padahal, sudah banyak contoh korban berjatuhan karena balap liar.

Menanggapi hal tersebut, Kasatlantas Polres Sampang, AKP Ayip Rizal mengatakan, kegiatan balap liar tersebut seringkali kucing-kucingan dengan aparat, para pelaku balap liar ini kerap dapat lolos dari pantauan polisi. Untuk itu, pihaknya terus melakukan patroli tengah malam dilokasi yang dianggap rawan jadi lokasi balap liar.

Baca Juga:  Peduli Masa Depan Pemuda, Sosialisasi Tentang Narkoba Terus Dilakukan

“Kan mereka melakukan aksi jalanan itu main kucing-kucingan dengan polisi. Kita bubarkan di satu titik, pindah ke titik yang lain. Makanya jangan kaget kalau pembalap liar ini tak pernah jera meski ditilang atau kena tangkap polisi,” ujar Ayip saat dikonfirmasi suarabangsa.co.id melalui sambungan telepon seluler, Minggu (07/02/2021).

Untuk mengantisipasi aksi balap liar tersebut, pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk memasang pita penggaduh (pita kejut) alias polisi tidur di sejumlah titik jalan yang dianggap rawan jadi lokasi balap liar.

“Kami akan segera koordinasi dengan Dinas Perhubungan, berkaitan dengan marak terjadinya balap liar di sejumlah lokasi. Semoga Dishub bisa mengerti persoalan ini,” tuturnya.

Ditambahkannya, bahwa dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Covid-19 sudah barang tentu salah satunya tidak dibenarkan untuk berkumpul dan apa yang dilakukan para sekelompok anak muda ini tentu sudah melanggar Protokol kesehatan.

Baca Juga:  Seorang Pria di Banyuates Sampang Tewas Dibacok OTK, Polisi Kejar Pelaku

“Kami berharap bagi anak anak muda yang punya hobi balapan untuk menahan diri agar tidak melakukan balapan, kalau seandainya masih melakukannya, kami tidak segan segan akan menindak secara tegas karena apa yang dilakukan selain membahayakan juga melanggar aturan berlalu lintas,” tegasnya.

Mantan Kasatlantas Polres Tanjung Perak itu meminta para orang tua terus mengawasi anaknya, mengingat maraknya aksi balapan liar di beberapa titik di Kabupaten Sampang saat dini hari tersebut didominasi oleh usia remaja.

“Untuk menghilangkan aksi balap liar memang perlu proses dan yang paling penting peran serta semua pihak termasuk para orang tua untuk membimbing anak-anaknya agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lakukan Observasi, Kapolsek Camplong Sampang Bersama Nakes Puskesmas Sambangi Penderita Kanker Payudara

Ayip menyebut, saat ini pihaknya terus melakukan berbagai upaya mulai dari patroli rutin hingga penindakan untuk mengantisipasi aksi balap liar. Namun, menurutnya hal yang paling penting dalam menangani balap liar adalah peran orang tua dalam mengawasi anak-anaknya.

“Seperti memberikan nasehat kepada anak-anak atau mengawasi anak-anak di luar jam sekolah supaya tidak leluasa melakukan aksi balap liar yang tentunya merugikan banyak orang,” ungkapnya.

Apalagi, kata dia, saat ini ditengah wabah Covid-19, sesuai imbauan Pemerintah untuk tetap mematuhi prokes, termasuk tidak berkumpul untuk mengurangi risiko tertular atau menularkan Virus Corona (Covid-19).

“Mari kita sama-sama mematuhi himbauan yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait Covid -19 dan agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan juga dapat berimbas kepada yang lain,” tutupnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Polda Jatim Ungkap Sindikat Penipuan Emas Online, Korban Rugi Rp 3,7 Miliar
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Lima Terdakwa Kasus Korupsi BSPS di Sumenep Hadapi Replik dan Vonis Awal Agustus
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru