SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Anggota DPR RI dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Slamet Ariyadi mengajak tokoh masyarakat, khususnya warga Sampang, Madura, Jawa Timur untuk terus bersama menjaga keutuhan dan persatuan dengan mengamalkan nilai dalam empat pilar kebangsaan.
Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi hal mutlak yang harus diperjuangkan semua warga Negara. Tidak akan ada bangsa lain yang bisa memecah belah Indonesia selama warganya berkomitmen untuk menjaga persatuan dan kerukunan.
Ajakakan itu disampaikannya saat melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tuggal Ika. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Masaran, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang pada Jumat (11/12/2020) kemarin.
Politisi muda asal Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim XI Madura ini mengungkapkan, di zaman sekarang ini banyak tantangan yang harus dihadapi bersama. Utamanya dalam menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
“Untuk itu, kita perlu merawat kebersamaan, menyatukan kekuatan untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Jangan kita rusak lagi hanya demi kepentingan sempit dan pragmatis,” katanya saat dikonfirmasi suarabangsa.co.id, Senin (21/12/2020).
Menurut dia, sosialisasi empat pilar kebangsaan ini bertujuan agar nilai-nilai luhur yang terdapat didalamnya sungguh dapat dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ia berharap nilai-nilai Pancasila itu dapat diimplementasikan dalam kehidupan nyata.
“Melalui sosialisasi empat pilar kebangsaan ini, saya berusaha menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila pada lapisan masyarakat. Mari bahu-membahu membangun daerah dan bangsa yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ditegaskannya, menjaga persatuan merupakan hal penting mengingat kondisi bangsa terdiri dari berbagai macam suku, ras dan agama. Dia mengungkapkan, saat ini bangsa ini dihadapkan dengan merebaknya hoaks dan memudarnya persatuan serta banyaknya perbedaan paham.
“Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk lebih memperkuat lagi persatuan sebagai bangsa yang satu, bahasa satu, dan satu tanah air,” tegasnya.
Oleh karena itu, Slamet mengajak semua masyarakat agar tidak mudah percaya berita hoaks yang beredar di media sosial. Berita dan informasi yang diterima, harus dikroscek terlebih dahulu, agar kebenaran dari informasi dapat diperoleh.
“Jangan langsung percaya atau ikut menyebarluaskan, karena semua ini untuk menjaga pesatuan dan persatuan,” tandasnya.
Sekedar diketahui, pada pelaksanaan sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan COVID-19.

















