Saat Liputan, Wartawan di Banyuwangi Diduga Dapat Perlakuan Respresif Oknum Polisi

BANYUWANGI, SUARABANGSA.co.idJurnalis media online seblang.com diduga mendapat perlakuan kurang baik saat bertugas meliput aksi demo Omnimbuslaw lanjutan di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (26/10).

Bagaimana tidak, saat pewarta tersebut hendak merekam momen seputar unjuk rasa menggunakan kamera ponsel pribadinya diduga dihalangi. Bahkan, HP miliknya nyaris dirampas oleh oknum polisi yang bertugas mengamankan jalannya demontrasi.

Mendapat keluhan dari pewartanya, Erwin Yudianto SH komisaris media seblang com yang juga Kepala Biro Media Harian Bangsa, mengecam tindakan oknum polisi yang mencoba menghalangi tugas jurnalis.

Baca Juga:  Mahasiswa Tolak Omnibus Law, Ini Kata DPRD Banyuwangi

Dalam jumpa persnya, ia prihatin dengan perlakuan tersebut. Terlebih saat itu pewartanya sedang mengambil gambar momen penangkapan aktivis mahasiswa yang dianggap provokator di depan Kampus Universitas Tujuh Belas Agustus 1945 Banyuwangi, tempat titik kumpul massa yang hendak berdemo ke gedung DPRD setempat.

“Kejadian ini bukan hanya bentuk intimidasi kepada jurnalis, tapi ini sudah pelecehan terhadap jurnalis. Karena petugas berusaha merebut HP milik jurnalis kami,” terang Erwin.

Dari kejadian itu, dia mengecam keras tindakan represif oknum aparat Kepolisian Polresta Banyuwangi kepada jurnalis yang sedang bertugas. Dia meminta Kapolresta Banyuwangi segera menindak tegas oknum polisi tersebut.

Baca Juga:  Pasar Candi Dungkek Hangus Dilalap si Jago Merah

“Kami meminta kepada oknum polisi itu untuk segera melakukan permohonan maaf secara terbuka, karena tindakannya menyalahi UU Pers,” tegas Erwin.

Leave a Reply