SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Argo (56) setiap hari menjalani tugas negara sebagai kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tamberu Daya 3, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang. Setiap hari, ia selalu menempuh perjalanan dari rumahnya di Desa Dempoh, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Nah, Rabu (14/10/2020) sekitar pukul 09.00 WIB, merupakan akhir perjalanan Argo mengemban tugas negara sekaligus mencari nafkah untuk keluarganya.
Sosok kepala sekolah yang dikenal ramah dan rajin itu, dijemput ajal ketika dalam perjalanan pulang. Argo terjatuh dari sepeda motor yang dinaikinya. Korban yang masih mengenakan seragam dinas itu meninggal dunia tidak jauh dari tempat kerjanya, sekitar kurang lebih 50 cm dari gerbang sekolah.
Kapolsek Sokobanah AKP Engkos Sarkoni saat dikonfirmasi suarabangsa.co.id mengatakan bahwa sebelumnya, almarhum memang dikenal memiliki penyakit. Dua hari sebelum meninggal dunia, almarhum Argo tidak masuk kerja karena sakit darah tinggi.
“Berhubung ada dokumen yang harus ditandatangani. Jadi, almarhum memaksakan diri masuk sekolah tanpa ada yang mengantarkannya,” kata Engkos.
Setelah proses tandatangan dokumen itu selesai, lanjut Engkos, ada salah satu rekan guru yang menawarkan diri untuk mengantarkan pulang.
“Namun, almarhum ini tidak mau, dijalan tiba tiba jatuh dan akhirnya meninggal dunia,” tandasnya.

















