SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Diduga engalami depresi karena orang tuanya bercerai, Moh. Halil (16) warga Dusun Laok Lorong, RT/RW 002/001, Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep mengakhiri hidupnya di tali gantungan, Kamis (27/8) diketahui pukul 21.00 WIB.
Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti S mengatakan bahwa sekira pikul 20.30 wib, korban Moh. Halil datang kerumah pamannya yang bernama Asan untuk meminta makan.
“Namun belum sempat makan kemudian korban Moh. Halil pamit untuk pulang sebentar ke rumahnya, namun setelah ditunggu sekira kurang lebih setengah jam korban Moh. Halil tidak datang untuk makan,” terangnya.
Sehingga pamannya yang bernama Asan mendatangi rumah korban yang jaraknya kurang lebih sekitar 20 meter, sesampainya di depan rumah korban Asan melihat korban Moh. Halil gantung diri menggunakan tali tampar di kusen pintu kamar tidurnya.
Syok mekelihat keponakannya gantung diri, kemudian Asan berteriak minta tolong. Kemudian datang Duri yang ikut membantu Asan menurunkan korban Moh. Halil.
“Pada saat diturunkan korban masih hidup namun tidak sadarkan diri kemudian korban Moh. Halil langsung dibawa ke Puskesmas Gapura,” imbuhnyam
Namun sesampainya di Puskesmas Gapura korban Moh. Halil sudah tidak tertolong diduga korban Moh. Halil meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Gapura.
“Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan luar oleh team medis Puskesmas Gapura Pada leher korban Moh. Halil mengalami luka melingkar dan menghitam bekas tali tampar,” pungkasnya.
Polisi mengamankan 1 buah tali tampar plastik warna biru panjang 3 m, diameter 3 mm.

















