Miris, Baru Dibangun Jembatan Aladin di Gapura Jadi Tempat Mesum Para Muda-mudi

- Admin

Minggu, 31 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Keberadaan bangunan baru berupa Jembatan Gantung Aladin yang berfungsi sebagai penghubung antara Dusun Talesek, Desa Gapura Barat dengan Kampung Lambi Cabbi, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, yang berjarak sekitar 50 meter dari Asta Kyai Sudagar alias Syekh Muhammad itu tentunya sangat disyukuri warga sekitar.

Namun, tidak lama kebahagiaan warga sekitar atas dibangunnya jembatan tersebut, justru tak berlangsung lama. Pasalnya, jembatan tersebut justru mengundang perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh di mushallah asta.

Semenjak Jembatan Gantung Aladin yang merupakan salah satu program Kementerian PUPR melalui salah satu anggota DPR RI tersebut rampung pada bulan April lalu, tidak begitu lama kemudian menjadi pusat perhatian, terutama muda-mudi yang menghabiskan waktu di jembatan tersebut, terutama sepanjang bulan Puasa kemarin.

Baca Juga:  Telkomsel Dukung Kompetisi Sepak Bola Dunia FIFA U-17 World Cup Indonesia 2023

Namun sangat disayangkan, sebab menurut cerita para pemuda sekitar, yang mengurus Asta putra Syekh Mahfudz Asta Gurang Garing Lombang itu, sebagian muda-mudi yang bermain di Jembatan Gantung Aladin ada yang berani berbuat nakal.

Sejumlah muda-mudi ditemukan berdua-duaan di mushallah Asta Kyai Sudagar oleh sebagian warga, perbuatan tersebut justru mendapat kecaman warga, pasalnya mushallah yang seharusnya digunakan sebagai tempat tawasul, berdzikir maupun shalat bagi para peziarah, justru dijadikan tempat bermaksiat.

“Selama bulan puasa kemarin ramai. Dari pagi sampai sore banyak muda-mudi main di jembatan itu,” kata Fawaid, salah satu pentolan pemuda yang mengurus Asta K. Sudagar, Sabtu (30/05) malam.

Baca Juga:  Limbah Industri PT Laskar Buah Indonesia Dikeluhkan Warga

Dengan banyaknya muda-mudi tersebut awalnya, warga sekitar tidak merasa terganggu. Namun setelah beberapa kali sempat melihat sejumlah muda-mudi menggunakan mushallah untuk berdua-duaan, warga mulai resah.

“Mereka masuk ke mushallah. Posisi mushallah kan di sebelah timur jalan. Jadi, kalau berduaan atau pacaran di sana gak kelihatan,” jelas Fawaid.

Melihat hal yang mengundang fitnah tersebut, tentu saja warga sekitar, termasuk para pemuda sudah memberikan teguran. Namun, hingga saat ini masih ada yang ditemukan berduaan di mushallah Asta Kyai Sudagar.

“Tadi pagi masih kita temukan. Kita kasih peringatkan mereka. Karena tidak pantas muda-mudi berduaan di mushallah Asta meskipun tidak sampai berbuat yang ‘aneh-aneh’,” tutur Fawaid.

Atas alasan tersebut, pihaknya bersama para pemuda setempat tergerak mencari solusi supaya mushallah di Asta Kyai Sudagar tidak lagi-lagi digunakan sebagai tempat mesum. Kemudian didukung para sepuh Kampung Coba’, hingga mereka membuat baner berisi imbauan dan peringatan.

Baca Juga:  KPU Sumenep Segera Buka Pendaftaran Calon Anggota PPS Pemilu 2024, Berikut Jadwal dan Persyaratannya

“Akhirnya kita buat baner peringatan. Kita susun kalimat yang tegas, mungkin malah agak sedikit kasar, biar tidak ada lagi yang berani berduaan di mushallah,” ujar Fawaid.

Setidaknya ada tiga macam baner peringatan yang dipasang para pemuda Kampung Coba’ di dinding mushalla atas nama Tim Keamanan Asta K. Sudagar pada Sabtu (30/05) malam.

“Kita berharap peringatan ini bisa membuat mereka tidak lagi berpikir untuk berbuat mesum di sekitar sini. Apalagi di area Asta,” tandas Fawaid.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru