Miris, Baru Dibangun Jembatan Aladin di Gapura Jadi Tempat Mesum Para Muda-mudi

- Admin

Minggu, 31 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Keberadaan bangunan baru berupa Jembatan Gantung Aladin yang berfungsi sebagai penghubung antara Dusun Talesek, Desa Gapura Barat dengan Kampung Lambi Cabbi, Desa Gapura Tengah, Kecamatan Gapura, yang berjarak sekitar 50 meter dari Asta Kyai Sudagar alias Syekh Muhammad itu tentunya sangat disyukuri warga sekitar.

Namun, tidak lama kebahagiaan warga sekitar atas dibangunnya jembatan tersebut, justru tak berlangsung lama. Pasalnya, jembatan tersebut justru mengundang perbuatan-perbuatan yang tidak senonoh di mushallah asta.

Semenjak Jembatan Gantung Aladin yang merupakan salah satu program Kementerian PUPR melalui salah satu anggota DPR RI tersebut rampung pada bulan April lalu, tidak begitu lama kemudian menjadi pusat perhatian, terutama muda-mudi yang menghabiskan waktu di jembatan tersebut, terutama sepanjang bulan Puasa kemarin.

Baca Juga:  Aktivis KONTRA’SM Minta Polres Sumenep Bongkar Jaringan Pengoplos Beras

Namun sangat disayangkan, sebab menurut cerita para pemuda sekitar, yang mengurus Asta putra Syekh Mahfudz Asta Gurang Garing Lombang itu, sebagian muda-mudi yang bermain di Jembatan Gantung Aladin ada yang berani berbuat nakal.

Sejumlah muda-mudi ditemukan berdua-duaan di mushallah Asta Kyai Sudagar oleh sebagian warga, perbuatan tersebut justru mendapat kecaman warga, pasalnya mushallah yang seharusnya digunakan sebagai tempat tawasul, berdzikir maupun shalat bagi para peziarah, justru dijadikan tempat bermaksiat.

“Selama bulan puasa kemarin ramai. Dari pagi sampai sore banyak muda-mudi main di jembatan itu,” kata Fawaid, salah satu pentolan pemuda yang mengurus Asta K. Sudagar, Sabtu (30/05) malam.

Baca Juga:  Seorang Dokter dan Tenaga Medis di Sumenep Kembali Terkonfirmasi Positif Covid-19

Dengan banyaknya muda-mudi tersebut awalnya, warga sekitar tidak merasa terganggu. Namun setelah beberapa kali sempat melihat sejumlah muda-mudi menggunakan mushallah untuk berdua-duaan, warga mulai resah.

“Mereka masuk ke mushallah. Posisi mushallah kan di sebelah timur jalan. Jadi, kalau berduaan atau pacaran di sana gak kelihatan,” jelas Fawaid.

Melihat hal yang mengundang fitnah tersebut, tentu saja warga sekitar, termasuk para pemuda sudah memberikan teguran. Namun, hingga saat ini masih ada yang ditemukan berduaan di mushallah Asta Kyai Sudagar.

“Tadi pagi masih kita temukan. Kita kasih peringatkan mereka. Karena tidak pantas muda-mudi berduaan di mushallah Asta meskipun tidak sampai berbuat yang ‘aneh-aneh’,” tutur Fawaid.

Atas alasan tersebut, pihaknya bersama para pemuda setempat tergerak mencari solusi supaya mushallah di Asta Kyai Sudagar tidak lagi-lagi digunakan sebagai tempat mesum. Kemudian didukung para sepuh Kampung Coba’, hingga mereka membuat baner berisi imbauan dan peringatan.

Baca Juga:  STIT Al Karimiyyah Menggelar Wisuda ke-8 Sarjana Strata 1

“Akhirnya kita buat baner peringatan. Kita susun kalimat yang tegas, mungkin malah agak sedikit kasar, biar tidak ada lagi yang berani berduaan di mushallah,” ujar Fawaid.

Setidaknya ada tiga macam baner peringatan yang dipasang para pemuda Kampung Coba’ di dinding mushalla atas nama Tim Keamanan Asta K. Sudagar pada Sabtu (30/05) malam.

“Kita berharap peringatan ini bisa membuat mereka tidak lagi berpikir untuk berbuat mesum di sekitar sini. Apalagi di area Asta,” tandas Fawaid.

Berita Terkait

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan
Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo
Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim
Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah
Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi
PROJO Jatim Gelar Konferda di Malang dan Pilih Ketua Baru secara Aklamasi ke H, Muhammad Sholeh
Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 20:32 WIB

Pemkot Blitar Disorot TKW Asal Tulungagung, Dugaan Ketidakharmonisan

Rabu, 15 April 2026 - 16:42 WIB

Terkendala Izin BBWS DPRD Bojonegoro dan Pihak Eksekutif Sidak Bengawan Solo

Rabu, 15 April 2026 - 15:26 WIB

Sinergi dan Inovasi Layanan Jadi Kunci Penyusunan Renja 2027 DKP Jatim

Selasa, 14 April 2026 - 10:50 WIB

Bojonegoro Borong Penghargaan TOP BUMD 2026, Sinyal Positif Tata Kelola Ekonomi Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 00:55 WIB

Dugaan Penggelapan Pembelian Mesin Es Rp500 Juta, warga Tapelan Laporkan AB mantan menejer PT BAI ke Polisi

Sabtu, 11 April 2026 - 19:10 WIB

Delegasi DPC Bojonegoro Tiba di Malang, Siap Sukseskan Konferda Projo Jatim 2026

Sabtu, 11 April 2026 - 16:06 WIB

SMSI Bojonegoro Berganti Nahkoda, Kustaji Resmi Gantikan Sasmito Anggoro

Kamis, 9 April 2026 - 19:18 WIB

LPG 3 Kg Langka di Bojonegoro, Harga Tembus Rp40 Ribu: DPRD Desak Sanksi Pidana bagi Oknum

Berita Terbaru