Percepat Pemutusan Covid-19, Bupati Sumenep Resmikan Kampung Tangguh Semeru

- Admin

Kamis, 28 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Desa menjadi ujung tombak pemutusan mata rantai penularan Covid-19, oleh sebab itu penangan virus Covid-19 harus dilakukan hingga ke pelosok-pelosok dengan menerapkan cara-cara yang efektif dan efisien.

Provinsi Jawa Timur untuk mencegah penularan Covid-19 saat ini mulai memprogramkan Kampung Tangguh, dan di Sumenep telah diresmikan oleh Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim Kampung Tangguh tersebut yang sempat disosialisasikan sebelumnya, Kamis (28/05).

Peresmian Kampung Tangguh sebagai penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) tersebut untuk wilayah pedesaan saat ini berada di Desa Marengan Laok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Bupati Sumenep, Busyro Karim saat meresmikan berharap pembentukan Kampung Tangguh Semeru di Desa Marengan Laok tersebut bisa mencegah percepatan dan penanganan penyebaran Covid-19.

Baca Juga:  Sedang Nonton TV, Warga Sumenep Dibacok Berkali-kali

“Saya harap adanya kampung tangguh ini dapat membangkitkan gerakan gotong-royong masyarakat dalam mencegah penyebaran Virus Corona,” terang Busyro Karim.

Pihaknya menambahkan, pembentukan Kampung Tanggguh Semeru tersebut sasarannya adalah Kecamatan yang termasuk dalam zona merah, dan diutamakan adalah desa yang sudah terdapat warga terkonfirmasi positif Covid-19, dan ada banyak warga pendatang dari luar daerah.

“Ini merupakan salah satu upaya kami dalam mencegah penyebaran virus corona agar tidak menginfeksi warga di daerah lain. selain itu keberadaan kampung tangguh ini sebagai salah satu cara dalam menyelesaikan persoalan dampak wabah Covid-19 di masyarakat, seperti masalah pangan, kesehatan dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Lakukan Inovasi Pembelajaran Jarak Jauh, SMK Al-Karimiyyah Gelar Workshop Aplikasi Teacmint

Sementara itu, Kapolres Sumenep, AKBP Deddy Supriyadi, S.I.K, M.I.K mengatakan, dalam pembentukan Kampung Tangguh pihaknya akan memperioritaskan di 5 Kecamatan yang sudah masuk sebagai zona merah.

“Untuk pertama kami proritaskan di 5 Kecamatan dulu, yaitu Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, Saronggi, Rubaru dan Kecamatan Talango,” terangnya

Deddy menambahkan, meskipun pembentukan Kampung Tangguh tersebut baru dilakukan di dua Kecamatan, namun pihaknya optimis dalam waktu dekat ini pembentukan Kampung Tangguh akan secepatnya dilakukan di seluruh Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Sumenep.

“Yang jelas, kami tidak ingin pembentukan Kampung Tangguh Semeru ini hanya fokus di lima Kecamatan zona merah saja, melainkan seluruh Kecamatan di Kabupaten Sumenep juga membentuk Kampung Tangguh Semeru,” jelasnya.

Baca Juga:  Pasien Positif Covid-19 di Sumenep Bertambah 4 Orang, Salah Satunya Perantau Dari Jakarta

Selain itu pula, Kapolres Sumenep menjelaskan bahwa untuk memaksimalkan kinerja Kampung Tangguh ini, pihaknya mengaku sudah melalikan kerjasama dengan pihak terkait dalam memberikan pelatihan kepada seluruh relawan Kampung Tangguh dalam menjalankan tugasnya.

“Saat ini kami sudah melakukan kerjasama dengan Dinas Kesehatan, RSUD dr. H. Moh. Anwar dan Universitas Wiraraja (Unija) Sumenep untuk melakukan pelatihan dan saya harap dengan pelatihan itu, para relawan bisa menangani sendiri apabila ada warga yang meninggal karena Covid-19 di desanya, mulai dari pemulasan sampai penguburannya,” tutupnya.

Berita Terkait

Sidang Banggar Bojonegoro Memanas: Ajukan Tambahan Anggaran, DPMPTSP Justru Disemprot ‘Amburadul’ dan Anti-Kritik
Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres
Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas
Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif
Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap
Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo
Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung
Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 13:04 WIB

Malam Sakral di Bojonegoro, BKN Gelar Murwa Karsa Sasi Suro, Dihadiri Tokoh Daerah hingga Mantan Kapolres

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:12 WIB

Buka Porkab II Bojonegoro, Bupati Setyo Wahono Ajak Atlet Bidik Prestasi Nasional dan Junjung Sportivitas

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:18 WIB

Bupati Bojonegoro Minta Gedung Baru Puskesmas Tanjungharjo Diimbangi Layanan Responsif

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:09 WIB

Konflik Tak Kunjung Selesai, Ratusan Hektar Lahan Sawah si Bojonegoro Terancam Tidak Tergarap

Selasa, 30 Juni 2026 - 00:07 WIB

Tak Lagi Jual Gabah Mentah, Bojonegoro Kini Punya Beras Premium Rojo Nogo

Senin, 29 Juni 2026 - 19:12 WIB

Remaja 18 Tahun di Bojonegoro Lakukan Aborsi Ilegal Dibantu Ibu Kandung

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:53 WIB

Kasus BSPS Sumenep Segera Masuk Tahap Tuntutan

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:48 WIB

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Logistik KPU Sumenep 2024 Memasuki Tahapan Ekspose ke Kejati Jatim

Berita Terbaru