Jelang Arus Balik Liburan Santri di Sumenep, Bupati Busyro; ‘Semuanya Diundur’

Blibli

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Kasus positif Covid-19 di Sumenep terus mengalami kenaikan, terhitung sejak awal bulan Ramadhan kemarin, sudah tercatat sebanyak 11 orang terpapar Covid-19 hingga hari ini, Rabu (27/05).

Sebagian sektor ekonomi di Sumenep terpaksa harus dihentikan untuk beroperasi, seperti Bandara hingga tempat-tempat wisata yang ada.

Per hari Rabu 27 Mei 2020 sudah terdapat penambahan 4 kasus baru pasien yang positif Covid-19, sehingga menambah jumlah kasus positif menjadi 11 orang.

“Hari ini nambah lagi 4 orang, 3 dari Kecamatan Kota, dan 1 dari Kecamatan Talango,” jelas Bupati Sumenep melalui siaran pers nya di Posko Pengamanan Covid-19 yang bertempat di Rumah Dinas Bupati Sumenep, Rabu sore tadi.

Baca Juga:  PT. Tanjung Odi Sumenep Masih Beroperasi di Tengah Pandemi, Bupati Sumenep Perintahkan Lakukan Tes Cepat Semua Karyawan

Pihaknya menegaskan, Virus Covid-19 tidak bisa dianggap enteng, mengingat penyebaran hingga dampaknya terhadap kehidupan manusia menjadi perhitungan.

“Virus Covid-19 di Sumenep ini bukan hanya sekedar berita, namun sudah menjadi realita,” ungkapnya.

Disinggung penanganan terhadap arus balik para santri ke pondok pesantren yang ada di Kabupaten Sumenep, setelah menjalani masa libur panjang lebaran, Bupati Sumenep KH. Abuya Busyro Karim menjelaskan, semua masa arus balik santri ke pesantren diundur.

“Seperti Annuqayah Guluk-Guluk itu diundur, dan Al-Amin Prenduan itu juga diundur,” tegasnya.

Baca Juga:  Tak Main-main, Polsek Bubutan Tindak Tegas 79 Pengendara

Tidak hanya pondok pesantren dengan jumlah santrinya yang banyak, menurut Bupati Sumenep, meskipun hanya memiliki puluhan santri dan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, maka diundur.

“Semuanya diundur,” pungkas Bupati.

Blibli

Leave a Reply