Jelang Lebaran, Warga Sampang Lebih Takut Anak Rewel Daripada Corona

- Admin

Selasa, 19 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemberlakuan social distancing dan physical distancing yang terus dianjurkan pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran Covid -19 di Kabupaten Sampang rupanya mulai tidak berlaku, terutama di pasar Srimangunan serta pusat perbelanjaan lainnya, jelang H-5 hari raya Idul Fitri 1441 H.

Padahal, sampai saat ini pemerintah belum mencabut status darurat Covid-19. Dan masih tetap menghimbau masyarakat tetap berada di rumah, menjaga jarak, dan menggunakan masker ketika keluar rumah untuk mencegah adanya penularan Covid-19.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun suarabangsa.co.id, meski mengaku takut dan khawatir terinfeksi Covid -19. Akan tetapi, warga ternyata lebih takut anak rewel karena tidak dibelikan baju lebaran.

Baca Juga:  Dapat CSR, Bupati Pamekasan Bidik Peningkatan Prekonomian Masyarakat

Begitu diungkapkan sebagian besar warga Sampang yang mengaku terpaksa keluar rumah untuk memenuhi permintaan anak sebelum lebaran karena sudah tradisi setahun sekali.

“Kalau tidak dikabulkan anak-anak suka rewel. Mungkin sama dengan keluarga lainnya, meskipun takut Corona, tapi tradisi tahunan menjelang lebaran tidak bisa tidak. Jadi kami berbelanja sebelum lebaran tiba,” kata Marni warga Kecamatan Kedungdung.

Terpisah, saat media online ini berbincang dengan salah seorang pedagang pakaian di pasar Srimangunan. Sebut saja Dewi. Dewi mengatakan setiap hari tokonya laris diburu pelanggan. Mereka mencari baju lebaran.

Baca Juga:  Kasus Bocah Tewas Tenggelam di Sampang Water Park Tak Kunjung Gelar Perkara, Polisi: Prosesnya Masih Berjalan

“Pokoknya sejak H-10 aja lah mulai ramai banget. Alhamdulillah,” kata Dewi, Selasa (19/5/2020).

Dewi mengatakan, tidak ada perbedaan omzet yang signifikan meskipun lebaran kali ini berada di tengah situasi pandemi virus COVID-19. Dagangannya laris.

“Memang ada turun sedikit, tapi tidak signifikan. Hampir sama lah dengan hari biasa,” katanya.

Dewi mengaku dilema dengan situasi saat ini. Di satu sisi, Dewi harus menjual habis semua barang dagangannya untuk menghidupi keluarga. Disisi lain, dia juga harus ikut berpartisipasi mematuhi aturan pemerintah terkait social distancing dan pysical distancing.

Baca Juga:  Jelang Libur Akhir Tahun 2020, Ini Pesan Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang

“Sekarang kita disuruh untuk menerapkan social distancing ke pembeli, suruh satu-satu masuk tokonya agar tidak ada keramaian. Itu sudah kita terapkan tapi tetap susah. Ya pembeli mana ada yang mau, breug aja semua milih barang karena takut habis,” tutup Dewi.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru