Asta Gurang Garing, Salah Satu Wisata Religi Sumenep yang Padat Peziarah

- Admin

Minggu, 3 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Sumenep tidak hanya dikenal dengan keindahan wisata alam dan juga beberapa wisata buatan yang sangat memukau. Namun, beberapa wisata religi juga turut mendominasi di Kabupaten dengan julukan kota keris itu.

Ada banyak lokasi-lokasi religi bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang hendak ke Sumenep, seperti Asta Tinggi, Masjid Jamik Sumenep, Keraton Sumenep, dan masih banyak lagi tempat-tempat wisata religi yang terdapat di beberapa daerah di Sumenep. Salah satunya yang jarang diketahui adalah Asta Gurang Garing yang lokasinya berada di Dusun Barumbung, Desa Lombang, Kecamatan Batang-Batang, yang jaraknya tidak jauh dari lokasi wisata pantai Lombang.

Asta atau dalam bahasa Madura disebut (Buju’. red) Gurang Garing tersebut lokasinya berada di dataran yang agak tinggi, serta lokasinya agak masuk sekitar 2 kilometer dari jalan raya yang menghubungkan Desa Lombang dengan Desa Lapa Taman, Kecamatan Dungkek.

Mungkin bagi masyarakat luar, Asta tersebut tidak terlalu familiar di telinga banyak orang, namun meski demikian, para peziarah dari berbagai pelosok di Kabupaten Sumenep selalu ada setiap malam di lokasi Asta Gurang Garing tersebut.

Baca Juga:  Soal Pembahasan APBD Perubahan, Banggar DPRD Sumenep Dinilai Melanggar Tatib

Asta atau area pemakaman tersebut berada di kawasan berpasir, mengingat lokasinya tidak jauh dari area pinggiran pantai. Dari sekian makam lainnya, makam yang salah satu nisannya bertuliskan angka (tahun) 1390 menjadi jujukan ziarah banyak orang, serta makam tersebut terlihat paling gagah dan berwibawa daripada makam lainnya yang ada di sekitaran.

Dikisahkan bahwa Asta Gurang Garing merupakan salah satu tempat wisata religi yang kisah dari masyarakat setempat adalah makam dari Kyai Syeikh Mahfudz. Bahkan dikisahkan dari sumber lain, bahwa asta Gurang Garing ini lebih dikenal dengan sebutan Asta Syayid Yahya dan sudah dilegendakan. Akan tetapi cucu dari Sayyid Yahya sendiri menyebutnya dengan julukan Syeikh Mahfudz.

Syekh Mahfudz diperkirakan hidup pada masa pemerintahan Sumenep saat berada di tangan pertama raja Sumenep, yaitu Arya Wiraraja atau Arya Banyak Wede pada tahun 1269. Dalam ceritanya, saat itu Syekh Mahfudz sempat akan dijadikan sebagai hakim di kerajaan Sumenep, namun dengan alasan Syekh Mahfudz tidak dapat meninggalkan para santrinya saat itu, akhirnya Syekh Mahfudz menolak permintaan raja Sumenep saat itu, dan membuat raja marah, hingga akhirnya Syeikh Mahfud mendapatkan hukuman dari raja, yaitu diperitahkan untuk mengisi gentong air raksasa, tepatnya gentong tersebut berada di halaman belakang kerajaan.

Baca Juga:  Haul Akbar Pondok Pesantren Al Fithrah Surabaya, Jamaah Al Khidmah Tegaskan Tak Ada Politisasi Dukung Capres

Lanjut dikisahkan bahwa Gentong tersebut memiliki bentuk yang besar, dan kering yang tidak ada airnya sama sekali. Dari cerita turun-temurun menyatakan bahwa kata “besar” itu disebut dengan Gorang dan kata “kering” itu adalah Garing. Maka dari sanalah menamaan Asta Gurang Garing bermula.

Oleh karna itulah, beberapa alasan banyak orang menyebutnya dengan istilah Gurang Garing yang berarti gentong raksasa yang kering.

Asta Gurang Garing juga banyak dipercaya memiliki kekuatan mistis tersendiri. Sebagian besar dari orang yang mengunjungi Asta Gurang Garing yang memiliki hajat, akan tetapi dilarang untuk berharap sesuatu yang menyimpang dari ajaran syariat, jika hal tersebut dilanggar, maka orang tersebut akan selalu diganggu oleh kekuatan mistis.

Uniknya, Asta yang terdapat di ujung timur kota Sumenep itu dipercaya banyak warga setempat tidak boleh diberi atap (cungkup). Konon, warga setempat ingin mengistimewakan salah satu makam yang menjadi jujukan banyak orang tersebut dengan cara memberi cungkup atau atap, namun beberapa kali pun diberikan atap, maka di kawasan itu selalu dilanda angin kencang yang hanya menyebabkan atap tersebut ambruk, dan dimaknai oleh masyarakat sekitar bahwa tidak berkenan untuk diberikan atap.

Baca Juga:  Positif Covid-19 di Sumenep Terus Bertambah, Total 97 Salah Satunya Meninggal Dunia

Maka menjadi pantas, jika hingga saat ini Asta Gurang Garing tidak pernah sepi peziarah, apalagi saat malam Jum’at. Bahkan ada beberapa peziarah yang rela bermalam di lokasi Asta.

Seperti yang diceritakan Khairul, salah satu warga Desa Legung, Kecamatan Batang-Batang, yang setiap malam Jum’at rutin berziarah ke Asta Gurang Garing, bahwa ia menceritakan perasaan yang dirasakan saat berada di dalam Asta tersebut.

“Auranya berbeda jauh, dari sebelum masuk area Asta dan setelah masuk ke kawasan Asta tersebut, rasanya seperti kita diberikan ketenangan, nyaman. Ya memang semuanya dari Allah SWT, tapi melalui perantara ini, kita mencoba lebih dekat dengan sang pencipta,” ungkapnya, Jum’at (01/05).

Menurut Khairul, tidak sedikit para peziarah yang datang ke sini untuk mengharap barokah, apalagi seperti malam Jum’at saat ini. Area pemakaman selalu dipadati peziarah.

“Jadi, Asta ini juga sangat saya rekomendasikan untuk para wisatawan yang ingin ziarah ke Sumenep,” tutupnya.

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru