BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Peringatan Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-349 tahun ini dikemas berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya ritual persemayaman Api Abadi Kayangan Api langsung dibawakan oleh ratusan pelari menuju Pendapa Malawapati, kali ini rute kirab api melintasi beberapa wilayah kecamatan terlebih dahulu. Minggu (18/10/2026).
Pada prosesi kali ini, api diambil oleh pihak Kecamatan Ngasem . Selanjutnya, rombongan yang dipimpin Kasmari, S.STP
Camat Ngasem beserta jajaran menyerahkan api secara estafet kepada Camat Kalitidu.
Api tersebut kemudian disemayamkan di Kecamatan Kalitidu sebelum diarak melewati Kecamatan Malo, lalu berlanjut ke Kecamatan Trucuk untuk disemayamkan satu malam di kecamatan trucuk.
Dari Trucuk, pihak Kecamatan Bojonegoro Kota akan menjemput dan membawa api abadi tersebut menuju Pendapa Malawapati.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bojonegoro, Lukiswati, M.Pd., membenarkan adanya perubahan konsep tersebut.
Ia menjelaskan bahwa di setiap kecamatan yang menjadi titik persemayaman disajikan berbagai hiburan pertunjukan seni dari jenjang SMP, SMA, hingga seniman lokal melalui gelaran bertajuk “Pantes Budal” (Pentas Seni dan Budaya Lokal).
“Konsep baru ini digagas sebagai bagian dari daya ungkit UMKM lokal, upaya melestarikan budaya (uri-uri budaya), sekaligus sarana edukasi agar masyarakat Bojonegoro makin mengenal keberadaan Kayangan Api,” ungkap Lukiswati.
Hal senada disampaikan oleh Camat Kalitidu, Djuana Poerwiyanto, S.Sos., M.M. Ia berharap jangkauan kirab api ini pada masa mendatang dapat diperluas ke lebih banyak kecamatan.
Dengan begitu, seluruh masyarakat dapat merasakan kemeriahan Hari Jadi Bojonegoro, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai Kayangan Api yang kini telah masuk dalam kawasan Geopark dan diakui dunia.
“Sebanyak 18 kepala desa di Kecamatan Kalitidu turut menyambut kedatangan api tersebut. Kami di Kalitidu selalu siap. Semoga ke depan rute perjalanan api bisa lebih luas lagi sehingga seluruh lapisan masyarakat merasa memiliki dan terlibat,” ujar Djuana saat di konfirmasi Sabtu 17/10/2026.
Berdasarkan pantauan awak media Suara Bangsa di lapangan, prosesi pengarakan api dari Wisata Kayangan Api di Kecamatan Ngasem menuju Kecamatan Kalitidu berlangsung meriah. Sebanyak 18 desa menyambut rombongan kirab yang diarak menggunakan mobil-mobil KDMP berhias.
Penulis : Takim
Editor : Putri


















