DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Raperda P-APBD 2026

- Admin

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep menggelar rapat paripurna penyampaian Pandangan Umum dari 7 fraksi terhadap Raperda tentang APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Rabu (19/8/2026).

Agenda strategis tersebut merupakan bagian rangkaian dari pembahasan, dan sebelumnya penyampaian nota keuangan yang sebelumnya telah dipaparkan secara lugas oleh Wakil Bupati Sumenep pada Selasa (18/8/2026).

Ketua DPRD Sumenep, H. Zainal Arifin, yang memimpin jalannya rapat menegaskan dalam sambutannya, bahwa pandangan umum fraksi-fraksi merupakan manifestasi sikap politik legislatif dalam merespons nota penjelasan kepala daerah.

“Substansi pandangan umum fraksi berfungsi sebagai instrumen pengawasan agar setiap tahapan perencanaan, perumusan, hingga pelaksanaan perubahan perda APBD senantiasa berada dalam koridor regulasi dan berorientasi pada kepentingan publik,” terangnya.

Baca Juga:  Bupati Bojonegoro Bagi bagi Bibit Tembakau Kepada Kelompok Tani di Kecamatan Kedung Adem

Setiap juru bicara fraksi menyampaikan pandangan konstruktif secara bergantian.

Fraksi Gerindra PKS menggarisbawahi urgensi penyesuaian target pendapatan daerah yang diiringi optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara terukur, efisiensi belanja, serta rasionalisasi defisit anggaran.

Mereka turut mendorong pemerataan pembangunan infrastruktur yang menjangkau wilayah daratan hingga kepulauan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dan layanan kesehatan.

Sementara itu, Fraksi PAN menyoroti tantangan penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pusat yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih proaktif dan inovatif dalam menggali potensi lokal.

Sikap optimis juga ditunjukkan oleh Fraksi PKB yang menilai kenaikan target PAD mencerminkan keberanian pemda untuk mengurangi ketergantungan finansial pada pemerintah pusat, tanpa mengesampingkan kebutuhan peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga:  Hujan Deras, Rumah Warga Dapenda Terendam Banjir

Dinamika pembahasan semakin kaya dengan masukan dari Fraksi Partai NasDem yang mengingatkan agar peningkatan PAD tidak menimbulkkan beban berlebihan bagi dunia usaha maupun daya beli masyarakat, demi menjaga iklim investasi dan keberlangsungan UMKM.

Pandangan serupa disampaikan oleh Fraksi PDI-P yang melihat pertumbuhan PAD sebagai indikator positif pergerakan ekonomi, sekaligus menegaskan agar dinamika pengurangan anggaran tidak mengaburkan visi misi kerakyatan.

Di sisi lain, Fraksi Partai Demokrat menyarankan formulasi strategi inovatif agar target pendapatan tercapai tanpa memberatkan rakyat kecil, disertai prioritas pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, serta sektor pendidikan dan kesehatan.

Baca Juga:  Safari Ramadhan ke 6, Bupati Bojonegoro Ajak Warga Bersyukur

Senada dengan hal tersebut, Fraksi PPP mendesak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus berinovasi menggali potensi pendapatan secara maksimal demi menekan angka defisit anggaran di masa mendatang.

Sinergi yang kokoh dan harmonis antara legislatif dan eksekutif yang terbangun melalui proses dialogis ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan anggaran yang lebih responsif, transparan, dan akuntabel.

Kolaborasi erat ini menjadi fondasi utama agar setiap program kerja yang tertuang dalam APBD Perubahan benar-benar memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan.(*)

Penulis : Hairul

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027
Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan
Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027
Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA
Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021
Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru

Birokrasi

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Pengesahan APBD 2027

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:39 WIB