Wujudkan Swasembada Pangan, Bupati Setyo Wahono Targetkan Bojonegoro Jadi Produsen Padi Tertinggi Nasional Tahun 2028

- Admin

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Panen Raya Padi Varietas Gamagora 7 di Desa Bayemgede, Kecamatan Kepohbaru, Sabtu (28/2).

Kegiatan ini menjadi momentum bagi Bojonegoro menuju target besar tahun 2028 dengan produktivitas padi tertinggi di Indonesia.

Bupati Bojonegoro, H. Setyo Wahono, dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan prioritas utama dalam masa kepemimpinannya. “Mimpi kami adalah menjadikan Bojonegoro sebagai lumbung pangan nasional yang berkelanjutan. Hasil panen hari ini yang mencapai produktivitas GKG-nya 10 ton per hektar adalah langkah awal bahwa inovasi teknologi benih dan manajemen air yang tepat bisa meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Bupati Setyo Wahono.

Bupati Bojonegoro sekaligus menjelaskan bahwa sektor pertanian khususnya di Kab. Bojonegoro, menurutnya terdapat 4 persoalan yang sering dihadapi petani. Pertama persoalan air atau manajemen air, kemudian persoalan hama, yang ketiga bibit dan peralatan pertanian. Dengan demikian pembangunan infrastruktur irigasi sepanjang 24.248 meter, normalisasi 23 embung, serta optimalisasi 16 titik irigasi pompa (irpom) telah diselesaikan satu tahun terakhir ini dengan harapan memberikan dampak yang positif bagi produksi padi.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Bantu Dua Nenek yang Hidup Memprihatinkan

“Sebagai komitmen kami, besar harapan Bojonegoro tidak hanya menjadi areal demplot saja untuk menggunakan Benih Gamagora 7. Tapu juga memperoleh akses untuk memanfaatkan benih Gamagora ini secara masif dari pihak UGM baik untuk pembibitan maupun tanam. Karakteristik benih Gamagora 7 yang tahan dengan berbagai kondisi lahan sangat cocok diaplikasikan di sebagian besar areal persawahan Bojonegoro, semoga menjadi langkah yang baik dalam mencapai target besar di tahun 2028.” Harap Bupati Bojonegoro.

Produksi padi tahun 2025 Kab. Bojonegoro mencapai 886.443 ton, meningkat signifikan sebanyak 176.916 ton (24,7%) dibanding tahun sebelumnya. Trend positif perlu dijaga meskipun tahun 2026 menurut BMKG adalah tahun cuaca normal yang artinya curah hujan tidak setinggi tahun 2025. Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan melakukan langkah antisipasi dengan infrastruktur dsn manajemen air, serta berupaya memanfaatkan benih Gamagora 7 yang disebut varietas padi “Amphibi” untuk lahan pertanian di Bojonegoro.

Baca Juga:  Di Wisuda Siswa TK PKK Tanjungharjo II dan SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro ada Jokowi

Perwakilan UGM menyambut baik rencana positif tersebut, Subejo Wakil dekan bidang kerjasama Fakultas Pertanian UGM mengungkapkan UGM berkomitmen memberikan lisensi terbatas (Benih Label Ungu) selama tiga tahun agar Bojonegoro dapat memproduksi bibit secara mandiri. “Bojonegoro berpotensi besar mengalahkan produktivitas nasional jika varietas ini dimasifkan dengan pendampingan teknis yang konsisten,” ungkapnya.

Varietas Gamagora 7
Gamagora merupakan kependekan dari Gadjah Madha Gogo Rancah adalah salah satu varietas yang diluncurkan oleh Ilmuan UGM, dan memperoleh SK resmi Kementan RI tahun 2023. Varietas baru ini dikatakan tahan terhadap dua kondisi lahan yang berbeda, sesuai namanya yakni Gogo atau Lahan Kering dan Rancah yaitu Lahan Basah.

Baca Juga:  Jelang Pilkada Serentak, Kapolda Jatim Perintahkan Anggotanya Ciptakan Situasi Kondusif

Selain itu, benih Gamagora yang berasal dari indukan benih rojolele yang terkenal rasanya pulen, juga tahan terhadap serangan hama wereng batang cokelat biotipe 2, tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri patotipe III dan tahan dari berbagai penyakit blast.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat
Ribuan Warga Hadiri Tasyakuran Cucu Pertama Ketua Koperasi Kareb Bojonegoro, H. Sutrisno Bagikan 1000 Paket Sembako
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat
Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 14:48 WIB

Tegaskan BUMN Bukan Milik Penguasa, Pidato Presiden Prabowo Raih Tepuk Tangan Riuh Eksekutif-Legislatif Bojonegoro

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Perwakilan Kodim Sumenep Tidak Hadiri FGD Tentang Pembangunan KDKMP, Peserta Kecewa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Triv Group dan Gabriel Rey Borong Lima Penghargaan Bergengsi dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:58 WIB

Pemerintah Naikkan Titik Impas Harga Tembakau, Petani Dapat Angin Segar

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:17 WIB

Jaga Stabilitas Harga Tembakau, Paguyuban Pengusaha Rokok Sumenep Ajak PR Lokal Maksimalkan Penyerapan Tembakau Petani

Rabu, 8 Juli 2026 - 16:00 WIB

Resmi Dibuka, Surabaya Printing Expo 2026 Buka Peluang Baru bagi Industri Grafika Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:19 WIB

153 Perusahaan Ramaikan Surabaya Printing Expo 2026, Usung Transformasi Industri Grafika

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:19 WIB

Perlunya Mensterilkan Program Makan Bergizi Gratis dari Inefisiensi dan Politisasi Lokal

Berita Terbaru