BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Perjuangan seorang ibu dalam menghidupi keluarga seringkali melewati jalan yang terjal dan berliku.
Itulah yang dialami oleh Ainur Rohmah, seorang warga Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, yang kisahnya baru-baru ini menyentuh hati banyak pihak setelah sempat mendatangi Purnomo, seorang anggota kepolisian sekaligus konten kreator kemanusiaan dengan kontenya “pak Purnomo”.
Dari pengalian informasi awak media SUARABANGSA.co.id, Ainur Rohmah baru saja kembali dari Malaysia kurang lebih enam bulan ini dan pulang membawa dua anak, pasca-perceraian dengan suami pertamanya ini terasa beban deritanya bertambah.
Kepulangannya kali ini membawa beban yang tak ringan; ia membawa dua anak kecil yang lahir di negeri jiran, sementara keberadaan sang ayah dari anak-anak tersebut tidak diketahui.
Sedangkan di kampung halaman, dua anak lainnya dari pernikahan pertama juga telah menanti.
Dengan total empat anak yang harus dinafkahi, Ainur sempat merasa terhimpit oleh beban hidup dan keterbatasan modal.
Sedangkan anaknya yang dari Malaysia ada yang mengalami ganguan mata.
Dengan kondisi tersebut dia mendatangi “Pak Purnomo” bersama anak nya berniat menitipkan anaknya ke penampungan Purnomo di lamongan, dan sang ibu ingin merantau kembali.
Dari dialog konten pak Purnomo berani membantu modal asal tahu asal-usul si Ainur Rohmah.
“Saya mau membantu satu juta dua juta,asal tahu tempat tinggal kamu,” ungkap Purnomo pejuang kemanusiaan tersebut.
Dengan viral nya video tersebut pihak pemerintah hari ini Jumat 9/1/2026 mengambil langkah cepat.
Langkah Cepat Pemerintah Setempat
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Baureno dan Pemerintah Desa Pasinan bergerak cepat untuk memberikan perlindungan dan solusi jangka panjang.
Camat Baureno, Dery Aprilian, S.STP., MM.menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk menjemput Ainur dan keluarganya agar kembali ke lingkungan yang aman bersama kerabat. Tadi yang menjemput keluarganya yang mampu dan ini belum boleh pulang sementara oleh pak Purnomo,dan pihak camat sudah berkordinasi dengan kepala dusun serta perangkat desa.
“Kami sudah berkoordinasi, dan hari ini keluarga sudah menjemput yang bersangkutan, namun pak Purnomo belum boleh memperbolehkan pulang, boleh pulang nanti habis magrib,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pasinan, Fanny Khumaydah menyampaikan saat dihubungi lewat WhatsApp nya, bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan personal untuk memahami keinginan dan kebutuhan Ainur ke depan.
Diketahui, Ainur sempat mengalami dilema antara bekerja di luar kota atau bertahan di desa demi mengasuh anak-anaknya, terutama salah satu anaknya yang dilaporkan mengalami gangguan penglihatan.
“Tadi kami sudah menjalin komunikasi dengan Pak Camat. Rencananya, jika memang beliau ingin bekerja, kami akan mengupayakan agar ia bisa bekerja. Kita akan tanya dulu Tujuannya apa, keinginannya bagaimana, supaya ia tetap memiliki penghasilan tanpa harus meninggalkan anak-anaknya,” pungkasnya Kades pasinan.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















