Kisah Perjuangan Ainur Rohmah dan Sinergi Kemanusiaan di Bojonegoro

- Admin

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Perjuangan seorang ibu dalam menghidupi keluarga seringkali melewati jalan yang terjal dan berliku.

Itulah yang dialami oleh Ainur Rohmah, seorang warga Desa Pasinan, Kecamatan Baureno, yang kisahnya baru-baru ini menyentuh hati banyak pihak setelah sempat mendatangi Purnomo, seorang anggota kepolisian sekaligus konten kreator kemanusiaan dengan kontenya “pak Purnomo”.

Dari pengalian informasi awak media SUARABANGSA.co.id, Ainur Rohmah baru saja kembali dari Malaysia kurang lebih enam bulan ini dan pulang membawa dua anak, pasca-perceraian dengan suami pertamanya ini terasa beban deritanya bertambah.

Kepulangannya kali ini membawa beban yang tak ringan; ia membawa dua anak kecil yang lahir di negeri jiran, sementara keberadaan sang ayah dari anak-anak tersebut tidak diketahui.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Sampang Merespon Keluhan Petani Soal Pupuk Subsidi di Camplong

Sedangkan di kampung halaman, dua anak lainnya dari pernikahan pertama juga telah menanti.

Dengan total empat anak yang harus dinafkahi, Ainur sempat merasa terhimpit oleh beban hidup dan keterbatasan modal.

Sedangkan anaknya yang dari Malaysia ada yang mengalami ganguan mata.
Dengan kondisi tersebut dia mendatangi “Pak Purnomo” bersama anak nya berniat menitipkan anaknya ke penampungan Purnomo di lamongan, dan sang ibu ingin merantau kembali.

Dari dialog konten pak Purnomo berani membantu modal asal tahu asal-usul si Ainur Rohmah.

“Saya mau membantu satu juta dua juta,asal tahu tempat tinggal kamu,” ungkap Purnomo pejuang kemanusiaan tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi Kerumunan di Malam Pergantian Tahun, Forkopimda Jatim Cek Pos Pengamanan

Dengan viral nya video tersebut pihak pemerintah hari ini Jumat 9/1/2026 mengambil langkah cepat.

Langkah Cepat Pemerintah Setempat
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Baureno dan Pemerintah Desa Pasinan bergerak cepat untuk memberikan perlindungan dan solusi jangka panjang.

Camat Baureno, Dery Aprilian, S.STP., MM.menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi untuk menjemput Ainur dan keluarganya agar kembali ke lingkungan yang aman bersama kerabat. Tadi yang menjemput keluarganya yang mampu dan ini belum boleh pulang sementara oleh pak Purnomo,dan pihak camat sudah berkordinasi dengan kepala dusun serta perangkat desa.

“Kami sudah berkoordinasi, dan hari ini keluarga sudah menjemput yang bersangkutan, namun pak Purnomo belum boleh memperbolehkan pulang, boleh pulang nanti habis magrib,” jelasnya.

Baca Juga:  24 Peserta Oklik Ramaikan Festival Ramadhan Bojonegoro 2024, Begini komentar Pj Bupati

Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Pasinan, Fanny Khumaydah menyampaikan saat dihubungi lewat WhatsApp nya, bahwa pihaknya terus melakukan pendekatan personal untuk memahami keinginan dan kebutuhan Ainur ke depan.

Diketahui, Ainur sempat mengalami dilema antara bekerja di luar kota atau bertahan di desa demi mengasuh anak-anaknya, terutama salah satu anaknya yang dilaporkan mengalami gangguan penglihatan.

“Tadi kami sudah menjalin komunikasi dengan Pak Camat. Rencananya, jika memang beliau ingin bekerja, kami akan mengupayakan agar ia bisa bekerja. Kita akan tanya dulu Tujuannya apa, keinginannya bagaimana, supaya ia tetap memiliki penghasilan tanpa harus meninggalkan anak-anaknya,” pungkasnya Kades pasinan.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun
Absen Undangan Kapolres, SMSI Sumenep Tegaskan Bukan Bagian Aksi Boikot
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru