Ironi Hutan Kota Abipraya Tuban, Fasilitas Miliaran Rupiah Mulai ‘Layu’ Sebelum Berkembang

- Admin

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TUBAN, SUARABANGSA.co.id – Harapan masyarakat Tuban untuk menikmati ruang publik yang representatif di akhir tahun 2025 tampaknya harus dibarengi dengan rasa kecewa.

Taman Hutan Kota (Hota) Abipraya, yang baru saja selesai direhabilitasi dengan anggaran fantastis sebesar 6,7 miliar dari APBD 2024, kini kondisinya memprihatinkan.

Padahal, proyek yang dikerjakan oleh Dinas PUPR-PRKP Tuban ini awalnya digadang-gadang menjadi paru-paru kota sekaligus pusat rekreasi keluarga yang nyaman dengan fasilitas lengkap.

Potret Kerusakan di Lapangan
Berdasarkan pantauan Awak media Suara bangsa di lokasi pada Minggu (28/12/2025), wajah baru Taman Abipraya justru diwarnai pemandangan yang kontradiktif dengan nilai anggarannya,. Tuban, provinsi Jawa timur.

Baca Juga:  Polsek Bubutan Surabaya Tindak 187 Pengendara

Sejumlah titik pada jalur pejalan kaki yang menggunakan paving block sudah mulai tampak amblong atau tidak rata. Hal ini tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga membahayakan keselamatan pengunjung, terutama anak-anak dan lansia.

Masalah Sampah, masalah yang Klasik Kurangnya pemeliharaan rutin, membuat tumpukan sampah terlihat di beberapa sudut taman, seperti contoh di kali buatan, yang mestinya area sehat untuk anak-anak, hal tersebut mencederai konsep “Hutan Kota” yang seharusnya bersih dan asri.

Fasilitas Bermain mulai Tak Terawat, Arena bermain anak yang baru dibangun kini tampak kusam.
Beberapa material mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan dini akibat minimnya pengawasan dan perawatan berkala.

Baca Juga:  Satu Nelayan Sumenep yang Hilang Ditemukan Tewas Mengapung

Menurut Dinda Setyawati pengunjung yang ditemui awak media, Pembangunan fisik yang megah tanpa dibarengi dengan Manajemen Pemeliharaan (Maintenance Management) yang kuat hanya akan berujung pada pemborosan uang rakyat.

Ada dua poin penting yang perlu menjadi perhatian Pemkab Tuban, yaitu Kualitas Konstruksi dan Pengawasan.

“Cepatnya kerusakan pada area paving menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas material dan pengawasan saat proses pengerjaan oleh Dinas terkait. Publik berhak menuntut transparansi atas hasil proyek yang dibiayai pajak mereka, Budaya Memiliki (Sense of Belonging),” ungkapnya.

Imbuhnya, Di sisi lain, edukasi bagi pengunjung juga krusial, Fasilitas umum adalah milik bersama.
Namun, tanpa fasilitas kebersihan yang mumpuni dan petugas yang sigap, kesadaran masyarakat sulit untuk bertumbuh.

Baca Juga:  Polres Pamekasan Giat Penyekatan Larangan Mudik Lebaran

Tambahnya, Rehabilitasi Taman Abipraya seharusnya menjadi warisan (legacy) yang membanggakan bagi Kabupaten Tuban di penghujung tahun 2025.

“Namun, jika kondisi ini dibiarkan tanpa perbaikan segera, maka anggaran 6,7 miliar tersebut terancam menjadi investasi yang sia-sia,” terangnya.

Catatan Redaksi: Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas PUPR-PRKP, untuk segera melakukan pembenahan mumpung proyek ini masih dalam masa pemeliharaan (jika tersedia) atau segera mengalokasikan manajemen perawatan yang lebih profesional.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Wisata Sumber Grogolan Bojonegoro Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Ikut Panen Berkah
Gantikan Night Carnival, Festival Sandur dan Pesta Rakyat Meriahkan HJB ke-349
Plat ‘G 1812 AN’ Nyelonong di Pawai Api Abadi, Kapolres Bojonegoro Buka Suara
Peringati HSN 2026, Bupati Bojonegoro Ajak Santri Kuasai Teknologi Menuju Indonesia Emas
Ketika Barongsai, Reog, dan Polisi Cilik Menyatu dalam Panggung Hari Santri Bojonegoro
DPRD Bojonegoro Sahkan Perda Perlindungan Perempuan dan Anak
BNC 2026 Batal Digelar: Lebih Baik Uang Rakyat untuk Kemiskinan dan Wisata Desa
Bantu Tekan Angka Kemiskinan, Dirut PT Kareb Alam Sejahtera Terima Penghargaan di HJB ke-349
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pimpin Apel Hari Santri, Bupati Sumenep Ingatkan Pentingnya Peran Santri Menjaga Kerukunan Sosial dan Kebudayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Fraksi Gerindra DPRD Bojonegoro Beri 5 Catatan APBD 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD 2027, Bupati Bojonegoro Tekankan Beberapa Poin Ini

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:36 WIB

DHL Express Perkuat Keamanan Logistik, Surabaya Gateway Kini Bersertifikat TAPA

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Misteri Kurang Salur ADD : Kepala Bapenda Bojonegoro Ngaku Tak Punya Data 2015–2021

Selasa, 6 Oktober 2026 - 00:36 WIB

Lepas Ketergantungan Migas, Bojonegoro Bidik Agroindustri Lewat 5 Perda Baru

Kamis, 24 September 2026 - 00:38 WIB

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting

Berita Terbaru