DPC Projo Bojonegoro, Prihatin dengan Dunia Migas di Bojonegoro, Exxon perlu Dievaluasi Pemerintah

- Admin

Kamis, 12 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Projo Bojonegoro lewat Sekertarisnya Sugeng Handoyo Sekti menyayangkan kejadian demo-demo yang memprotes kebijakan Pt Exxon mobil cepu limited dan jeritan suara warga lokal ring 1 yang terdampak langsung oleh eksplorasi dan exploitasi Migas di seputaran Gayam Bojonegoro kurang mendapatkan tanggapan semestinya dari pihak EMCL saat menjelang masa habisnya kontrak Pt Exxon mobil cepu limited tersebut sebagai Operator Migas di Bojonegoro, Provinsi Jawa timur.

Lelaki yang akrab di panggil Sugeng mengatakan apa yang selama ini dilakukan oleh ExxonMobil telah mencederai hati dan perasaan masyarakat Bojonegoro, yang terdampak langsung mulai suhu yang panas, suara bising dan mirisnya masih banyak warga sekitar ring 1 EMCL masih banyak yang menganggur dan menjadi pekerja kasar di luar kota Bojonegoro.

Baca Juga:  Pj Bupati Bojonegoro Lantik Joko Lukito  Jadi Pj Sekda Gantikan Nurul Azizah

Imbuhnya, Hal itu menggambarkan GAGALNYA EMCL untuk bisa hadir di tengah-tengah masyarakat sebagai investor yang ikut memberdayakan kesejahteraan masyarakat sekitar eksplorasi dan bukan malah menjadi investor yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitar eksplorasi migas.

“Bapak Presiden Prabowo perlu evaluasi pt Exxon mobil cepu limited sebagai Operator Migas di Bojonegoro, pengangguran di warga lokal tiap tahun bertambah, ekonomi lokal pun sama tidak ada dampak perbaikan, dan CSR di kelola oleh Kabupaten bukan desa sekitar, lengkap sudah penderitaan Warga sekitar pengeboran,” ungkapnya.

Imbuhnya, Selain itu Exxon Mobil Cepu limited juga telah mengebiri peraturan daerah (Perda) konten lokal pemerintah kabupaten Bojonegoro nomer 23 tahun 2011 tentang percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Baca Juga:  Kapolres Pamekasan Kukuhkan Relawan Covid-19

“Kita tahu exxon itu perusahaan besar, perda saja tidak di taati dan pasti mereka menganggap angin lalu masukan-masukan dari para Anggota Dewan atau Bupati, ini hanya Pak Presiden Prabowo beserta Jajaran kementerian nya yang bisa mengevaluasi pihak EMCL dalam operator di Bojonegoro di 2025 ini,” harapnya.

Sugeng juga menambahkan, solusi untuk kesejahteraan warga sekitar adalah Pihak EMCL benar benar bagaimana harus hadir untuk warga sekitar dan warga Bojonegoro, bukan hadir ditengah masyarakat hanya tebar pesona mencari muka saja, hanya untuk laporan semata, tapi hadir membawa solusi, saat kemarau, saat hasil panen jeblok, saat ekonomi sulit, saat pekerjaan yang juga sulit, bukan malah mengebiri kebijakan Pemerintah kabupaten Bojonegoro, Perda nomer 23 tahun 2011 tentang percepatan pertumbuhan ekonomi daerah atau dikenal dengan Perda Konten Lokal.

Baca Juga:  Soal Limbah di Persawahan, Kapolsek Dander Bojonegoro Turun Langsung Turun

Tambahnya, saat ini Pemerintah kabupaten Bojonegoro mestinya membentuk Satgas Migas, dimana disitu ada unsur tri patrit ( Pemkab Bojonegoro, Operator Migas dan beberapa Perwakilan Masyarakat yang di sepakati ), hal ini untuk memfilter hal-hal yang menyimpang dari ketentuan-ketentuan Perda Konten Lokal yang selama ini sudah di cederai. Juga bisa menjadi wadah transparansi informasi bagi semua pihak terutama bagi masyarakat sekitar area eksplorasi migas dan kontraktor lokal yang mana beberapa masih perlu pemberdayaan dari para pihak stake holder khususnya dari EMCL.

“Sehingga di harapkan meminimalisir penyimpangan yang sekarang sudah terjadi, kedepan tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB