Akui Kesalahan, Oknum Guru Pukul Siswa SMP Negeri 1 Camplong Sampang Berujung Damai

- Admin

Minggu, 9 Januari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id Kasus dugaan kekerasan fisik yang dilakukan oleh salah seorang oknum guru SMP Negeri I Camplong, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, terhadap muridnya beberapa waktu lalu, berujung damai dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Kesepakatan damai itu diperoleh setelah kedua belah pihak mengambil jalur islah atau saling memaafkan saat keduanya dilakukan mediasi yang kedua di salah satu rumah makan di Kota Bahari, Sabtu (08/01/2022).

Mediasi tersebut dihadiri perwakilan orang tua siswa yang menjadi korban dan oknum guru yang sempat dilaporkannya ke polisi. Pertemuan itu juga di saksikan langsung Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan PGRI, serta Plt Kepala sekolah setempat.

Meski berujung damai, orang tua siswa tetap meminta sejumlah syarat kepada pihak sekolah dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, salah satunya agar Kepala Dinas Pendidikan membuat kebijakan yang sekiranya tidak muncul lagi kasus yang sama.

Baca Juga:  Rayakan Ulang Tahun Ke-35, Pimpinan Cabang Pagar Nusa Sampang Gelar Istighosah dan Tumpengan

“Ada dua poin yang kami minta, pertama agar bapak Kadisdik membuat kebijakan-kebijakan yang sekiranya tidak muncul lagi kasus yang sama. Kemudian yang kedua adanya jaminan kepada anak kami untuk tidak di perlakukan diskriminasi di sekolah,” kata Abdus Salam mewakili para orang tua korban.

Menurutnya, kekerasan terhadap anak murid di sekolah sangatlah sensitif apa pun itu jika ada masalah anak cobalah memanggil wali murid dulu dan diskusikan dengan guru atau wali murid beserta kepala sekolah.

“Kami berharap kepada pendidik beserta kepala sekolah jangan sampai ada seperti ini lagi, kalau mendidik dan mengajar ya tidak perlu melakukan kekerasaan,” tegas Abdus memungkasi.

Sementara itu, Plt Kepala Sekolah UPTD SMPN 1 Camplong Arief Mulyadi menuturkan bahwa kejadian tersebut akan menjadi bahan pembelajaran dan pengalaman bagi sekolah yang baru ia pimpin.

Baca Juga:  Diduga Gara-Gara Bakar Sampah, Sejumlah Kios di Pasar Torjun Sampang Hangus Terbakar

“Kami berjanji akan selalu mengingatkan kepada guru-guru dalam mendidik anak-anak untuk tidak menggunakan cara-cara kekerasan,” ungkap Arief.

Ia juga meminta maaf kepada para orang tua murid yang menjadi korban kekerasan oknum guru tersebut. Dirinya menegaskan jika saat ini ada SOP khusus terkait penanganan kenakalan siswa.

“Atas nama pribadi dan sekolah kami minta maaf, tapi kejadian tersebut emang saya tidak mengetahuinya seperti apa. Saat ini, kami sudah ada SOP penanganan kenakalan siswa,” tandas Arief.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang Edi Subianto meminta kepada guru agar menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran penting dalam mendidik. Ia berharap guru dalam menjalankan tugasnya juga berperan sebagai orang tua kedua siswa.

“Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran kita bersama, sebab dengan adanya kasus ini seakan-akan guru itu lebih mengutamakan mengajar. Padahal, tugas guru adalah 3M yakni Mengajar, Mendidik dan Melatih,” tutur Edi.

Baca Juga:  Cuaca Ekstrem di Sampang, Tenda Posko Check Point Covid-19 Roboh Diterjang Angin

Edi mengatakan, supaya hal serupa tidak terjadi, ia pun telah melakukan road show ke seluruh sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMP.

“Perlu adanya sinergi antara sekolah dengan wali murid, salah satunya dengan adanya pertemuan rutin sehingga apa yang diinginkan sekolah dan apa yang diharapkan wali murid bisa tersampaikan,” kata Edi.

Sejak kejadian tersebut, kata dia, pihaknya telah berupaya melakukan mediasi antara kedua belah pihak. Dan dari hasil mediasi itu, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.

“Alhamdulillah, mediasi berjalan dengan penuh kekeluargaan dan kedua pihak sudah saling memaafkan. Pelapor siap mencabut laporannya, dan guru yang dimaksud sudah meminta maaf kepada para orang tua korban, serta berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya,” pungkas Edi.

Berita Terkait

DPC Demokrat Bojonegoro Serap Aspirasi Warga dalam Reses dan Perayaan HUT ke-25
Reog hingga Kambing Meriahkan Malam Puncak Voli Antar-RT di Desa Ngampel Kapas Bojonegoro
Jejak Sindikat Narkoba Terendus di Laut Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan
Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan
DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026
Rayakan HUT RI ke-81, Pemkab Bojonegoro Beri Tali Asih untuk Veteran Kemerdekaan
Pembangunan KDKMP Meddelan Lenteng Sumenep Mendapat Sorotan, Tak Sesuai Spek?
INKADHA dan BAZNAS Sumenep Bersinergi, Perkuat Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 23:47 WIB

Kapolres Bojonegoro: Polwan Harus Jaga Marwah Polri di Dalam dan Luar Dinas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Peringati Maulid Nabi, Dandim Bojonegoro Tegaskan Pentingnya Integritas dan Moral Prajurit

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:44 WIB

Sabet Penghargaan Kategori A dari Kapolri, Kapolres Bojonegoro: Ini Bukan Tujuan Akhir

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:56 WIB

Dukungan Sponsor Sukseskan Peringatan HUT ke-81 RI di Desa Sukowati Bojonegoro, Ribuan Warga Tumpah Ruah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:10 WIB

Perkuat Sinergitas, Kapolres Bojonegoro AKBP Yenni Diarty, S.I.K., M.H Gelar Silaturahmi dengan Awak Media

Selasa, 4 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Sinergi Jogo Bojonegoro: Kapolres Baru Sambangi Padepokan PSHT Perkuat Kamtibmas

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Kapolda Jatim : Tak Ada Indikasi Kerusuhan, Masyarakat Diminta Bijak Bermedia Sosial

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:33 WIB

Pererat Kemitraan Dengan Jurnalis, Kapolresta Sumenep Akan Siapkan Media Center di Mapolresta

Berita Terbaru