DKPP Probolinggo Lakukan Pengendalian OPT

- Admin

Kamis, 20 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo melakukan pengendalian dan penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) tanaman tembakau kepada para kelompok tani (poktan) melalui Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Tembakau.

Kegiatan SLPHT Tembakau ini diberikan kepada 14 kelompok tani di 14 desa di Kabupaten Probolinggo. Yakni, Desa Sindetlami dan Alasnyiur Kecamatan Besuk, Desa Dawuhan dan Opo-opo Kecamatan Krejengan, Desa Tambak Ukir dan Talkandang Kecamatan Kotaanyar, Desa Rondokuning Kecamatan Kraksaan dan Desa Sumberrejo Kecamatan Paiton,
Selanjutnya, Desa Kertosono Kecamatan Gading, Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran, Desa Karanganyar Kecamatan Bantaran, Desa Sumberkare Kecamatan Wonomerto, Desa Palangbesi Kecamatan Lumbang dan Desa Menyono Kecamatan Kuripan.

Selain mendapatkan materi dan praktek pembuatan pupuk cair, para anggota kelompok tani di setiap lokasi juga mendapatkan bantuan Trichoderma sebanyak 60 liter. Trichoderma merupakan jamur antagonis yang sifatnya menghambat penyakit layu dan bakteri pengendalian di persemaian.

Baca Juga:  Napi Binaan Lapas Kelas IIA Pamekasan Hendak Bobol Kotak Amal, Petugas Minta Maaf

Pengendalian dan penanganan OPT melalui SLPHT Tembakau ini dilaksanakan di Desa Opo-opo Kecamatan Krejengan, Rabu (19/5/2021) siang.

Kegiatan yang diikuti oleh 40 orang petani ini dihadiri oleh narasumber Ika Ratmawati dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut para petani tembakau ini diberikan materi mengenai identifikasi OPT yang menyerang tanaman tembakau meliputi gulma, hama dan penyakit sehingga bisa lebih efektif dalam melakukan pengendalian dan penanganannya.

“Selain itu, para petani juga melakukan praktek pembuatan pupuk organik cair agar petani tidak terlalu tergantung terhadap pupuk kimia. Harapan petani bisa mandiri dengan menggunakan pupuk dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitarnya,” kata Kasi Perlindungan Tanaman Perkebunan DKPP Kabupaten Probolinggo Muchlisin.

Baca Juga:  Pengamen dan Manusia Badut Kian Marak di Sampang, Satpol PP Klaim Rutin Razia

Muchlisin menjelaskan SLPHT Tembakau ini bertujuan untuk mengendalikan serangan OPT dan mengidentifikasi serangan OPT sehingga tingkat efektifitas pengendalian dapat dilakukan dengan baik.

“Sekaligus untuk meningkatkan nilai efisiensi berbudidaya tanaman tembakau sehingga pendapatan petani lebih meningkat serta mengurangi residu penggunaan bahan kimia baik penggunaan pestisida kimia maupun bahan organik sehingga lebih ramah lingkungan,” tegasnya.

Sementara Kepala Bidang Perkebunan DKPP Kabupaten Probolinggo Nurul Komaril Asri mengatakan tembakau ini memang dituntut standartnya untuk konsumsi pangan. Jadi memang permintaan dari gudang itu standartnya adalah menekan residu pestisida.

“Dengan adanya SLPHT Tembakau ini juga bisa menekan biaya produksi dengan harapan ketika tidak menggunakan pestisida kimia, bisa menggunakan antisipasi pengendalian-pengendalian lain yang tidak hanya kepada pestisida kimia dengan harga yang tinggi,” katanya.

Baca Juga:  Slamet Ariyadi Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh Pertanian di Sampang

Nurul menjelaskan kegiatan SLPHT Tembakau ini memadukan bahwa tanaman tu disehatkan dengan proses organik serta upaya pengendalian itu tidak hanya kimia.

“Misalnya ketika kita tahu tahap kepompong dan ulat pada proses kupu-kupu, pengendaliannya harus tahu. Pada saat kupu-kupu bertelur dan sudah menjadi ulat, jika ingin menyemprot harus tahu posisi ulatnya. Jika ulatnya dibawah, berarti menyemprotnya harus lewat bawah,” jelasnya.

Menurut Nurul, SLPHT Tembakau ini harapannya adalah kualitas bahan baku tembakau untuk konsumsi meningkat dengan menekan pestisida, residu dan biaya produksi.

“Sebab penggunaan pestisida kimia bisa dikurangi dengan SLPHT Tembakau. Paling tidak ada efisiensi dalam melakukan pengendalian OPT tanaman tembakau,” pungkasnya.

Berita Terkait

Resmikan PT NPHI, Bupati Bojonegoro Lepas Pengiriman Perdana 7,5 Ton Chip Porang
EastFood dan AllPack Surabaya 2026, Momentum Penguatan Industri Pangan, Kemasan, dan UMKM Nasional
SDN Tanjungharjo IV Bojonegoro Padukan Konsep Modern dan Agamis, Kades Tegaskan Dukungan Pendidikan
Sukses Genjot PAD di Tengah Efisiensi Anggaran, Dinpora Bojonegoro Diapresiasi Komisi C
Sistem Pemilu Berubah, Gus Fauzan Pastikan Mesin Politik PKB Bojonegoro Siap Hadapi Tantangan 2029
DPRD Bojonegoro Fasilitasi Dengar pendapat terkait Bendungan Karangnongko, Bahas Transparansi Santunan Rp 8 Miliar
Gelar RDP Soal Konser Ungu, Komisi C DPRD Bojonegoro Pastikan Bebas APBD dan CSR
Kasus Dugaan Ijazah Ilegal Legislator Bojonegoro: Ketua KPU Dipanggil Polisi untuk Klarifikasi

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Sabtu, 13 Desember 2025 - 11:39 WIB

Olimpiade Sains dan Matematika Tingkat Asia (ASMOPSS) ke-15 Diikuti 6 Negara, Diselengarakan di Bojonegoro

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:22 WIB

Anggaran Melambung Tinggi, Dana Pokir DPRD Bojonegoro Menjadi Sorotan KPK

Sabtu, 13 Desember 2025 - 07:21 WIB

Sembilan Kades di Bojonegoro Diperiksa KPK

Sabtu, 31 Mei 2025 - 12:07 WIB

Nelayan Sumenep Temukan 35 Kg Narkoba Mengambang di Lautan

Berita Terbaru