Bupati Probolinggo Resmikan Rumah Batik Koperasi Adikarya

- Admin

Kamis, 25 Februari 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Bupati Probolinggo Hj Puput Tantriana Sari SE, meresmikan Rumah Batik Koperasi Adikarya yang berada di Desa Sidumukti Kecamatan Kraksaan, Kamis (25/02).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan peresmian dan pengguntingan untaian bunga melati di depan pintu masuk Rumah Batik Kabupaten Probolinggo.

Kemudian dilanjutkan dengan peninjauan produk-produk batik, bordir dan asesoris yang diproduksi oleh pengrajin dibawah naungan Adikarya Perajin Batik, Bordir dan Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan ini dihadiri oleh General Manager PT PJB UP Paiton Maryono, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto, Ketua Perempuan Tani HKTI Kabupaten Probolinggo dr Mirrah Samiyah, sejumlah Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan Forkopimka Kraksaan serta para anggota APBBA Kabupaten Probolinggo.

Ketua APBBA Kabupaten Probolinggo Mahrus Ali menyampaikan keberadaaan Rumah Batik Kabupaten Probolinggo ini tidak terlepas dari berdirinya Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera yang resmi berbadan hukum sejak 23 Nopember 2020 dan aktif pada awal Desember 2020 lalu.

“Tetapi koperasi ini bukan hanya pengrajin batik saja yang bisa memanfaatkannya. Koperasi ini bergerak dalam bidang penyediaan bahan baku batik serta produk batik dan bordir dari pengrajin yang tergabung dalam koperasi. Harapannya, koperasi ini tidak hanya dimanfaatkan oleh Kabupaten Probolinggo, tetapi juga Provinsi Jawa Timur. Minimal se tapal kuda akan membeli bahan baku disini,” ujarnya.

Baca Juga:  Meski Terlambat Datang ke Lokasi Kebakaran, Petugas Damkar Sampang Tak Mau Disalahkan

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo Anung Widiarto mengungkapkan Rumah Batik ini dikelola oleh Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera yang yang melayani kebutuhan membatik mulai kain, pewarna dan kebutuhan membatik lainnya.

“Rumah Batik dan koperasi ini merupakan tindak lanjut dari petunjuk Ibu Bupati untuk membangun mindset kewirausahaan koperasi pada program rebranding koperasi pada tahun 2019. Serta, untuk mengembangkan usaha bersama bagi pelaku UMKM dalam wadah koperasi untuk mewujudkan UMKM naik kelas,” katanya.

Menurut Anung, kelebihan berkoperasi bagi pelaku usaha adalah pada komitmen dan kebersamaan atas kepentingan ekonomi yang sama serta untuk melayani dan mencukupi kebutuhan bersama. Koperasi adalah sebagai wadah partisipasi untuk pelaku UMKM dan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera sendiri merupakan salah satu pilot project dalam pengembangan ekosistem bisnis pada program pemberdayaan ekonomi rakyat berbasis kelembagaan koperasi pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara General Manager PT PJB UP Paiton Maryono mengaku bersyukur bersama-sama dengan APBBA Kabupaten Probolinggo mampu mewujudkan terbentuknya Rumah Batik Kabupaten Probolinggo dibawah Koperasi Adikarya Probolinggo Sejahtera.

“Dengan adanya Rumah Batik ini kami akan berupaya mengembangkan batik, baik dari segi motif dan metodenya. Dalam rangka peduli terhadap lingkungan kami juga berupaya membantu pengrajin batik menggunakan pewarnaan alami. Selain ramah lingkungan, juga enak dipakai. Semua ini merupakan upaya kami melestarikan lingkungan sehingga anak cucu kita bisa menikmatinya,” ujarnya.

Baca Juga:  BPBD Probolinggo Bentuk Destana di 5 Desa

Terkait pendirian koperasi batik, Maryono menyampaikan bahwa ini satu-satunya koperasi batik di Jawa Timur. “Ini merupakan bentuk perhatian kepada masyarakat dalam rangka mengembangkan potensi batik di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.

Sementara Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, SE mengatakan berdirinya Rumah Batik dan Koperasi Batik pertama di Kabupaten Probolinggo dan satu-satunya di Jawa Timur ini hendaknya harus menjadi tambahan semangat bagaimana memberikan upaya terbaik bagi masyarakat melalui wadah koperasi.

“Harapannya manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengrajin batik saja, tetapi juga masyarakat Kabupaten Probolinggo,” harapnya.

Menurut Bupati Tantri, perkembangan batik di Kabupaten Probolinggo mulai menggeliat pada tahun 2013 lalu. Tetapi saat itu, para UKM masih belum mempunyai wadah. Pihaknya menginginkan secara kelembagaan ada sebuah badan hukum bagi wadah berkreasi dan diakui dalam mencari solusi untuk memecahkan persoalan dari hulu ke hilir.

“Saya meminta kepada para pengrajin batik untuk membuat koperasi batik. Salah satunya menyangkut ketersediaan bahan. Mungkin belum terpikir memproduksi bahan secara mandiri. Koperasi ini bisa menjadi wadah semacam distributor bagi UKM batik di Kabupaten Probolinggo. Karena di Jawa Timur baru satu yang berdiri, jangan pernah takut bermimpi bahwa koperasi batik ini bisa menjadi koperasi yang menyediakan bahan baku se-Jawa Timur,” jelasnya.

Baca Juga:  Internal Komisi IV DPRD Sumenep Bergejolak?

Bupati Tantri menegaskan geliat batik harus betul-betul didorong agar supaya batik yang menjadi warisan seni asli Indonesia mampu dijaga melalui ketersediaan bahan baku yang pantas dan layak harganya sehingga bisa menjadi solusi dan rujukan UKM batik.

“Saya melihat karena industri batik ini terus berkembang, tetapi masing-masing UKM energi dan kekuatannya tidak sama. Jadikan wadah koperasi ini untuk bisa saling menguatkan satu dengan yang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut Bupati Tantri menerangkan persoalan di Kabupaten Probolinggo bukan hanya satu sektor industri batik saja, tetapi juga UKM. Salah satunya berkaitan dengan modal.

“Saya bermimpi lahirnya koperasi batik bisa menjadi pihak ketiga bagi UKM binaanya sehingga menjadi kontinuitas produksinya. Salah satunya bisa dilakukan melalui koperasi batik. Saya ingin semua pengrajin terus berbenah. Pandemi Covid-19 dan Revolusi Industri 4.0 menuntut kita merubah pola interaksi dalam jual beli. Hari ini kita harus melek marketing digital,” pungkasnya.

Berita Terkait

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
KDKMP di Sumenep Disorot, DPRD Singgung Lelang, Kepala Desa Minta Dilibatkan
Amos Gelar FGD Bertajuk ‘Pembangunan KDKMP: Antara Bisnis atau Proyek?’, Soroti Tatakelola
Sahkan Perda Pariwisata dan Kabupaten Layak Anak, Bupati Bojonegoro: Bukti Sinergi Kuat Pemkab dan DPRD
Terima Penghargaan di Malang, Cantika Wahono Beberkan Kunci Sukses Inovasi PKK Bojonegoro
Peringati Harkopnas ke-79, Pasar Wisata Bojonegoro Dipadati Ribuan Peserta Jalan Sehat
Bupati Setyo Wahono Lepas Jalan Sehat Harkopnas: Koperasi Pilar Utama Ekonomi Bojonegoro
Lewat Program IVF Morula Surabaya, Pasutri Sumenep Akhirnya Miliki Bayi Kembar Setelah 22 Tahun

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:28 WIB

Ribuan Relawan MBG di Pamekasan Gelar Aksi, Dukung Keberlanjutan MBG

Senin, 22 Juni 2026 - 20:13 WIB

Demo Program MBG di Bojonegoro, Massa Desak KPK Turun Tangan, DPRD Ancam Tutup Dapur Nakal

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:27 WIB

PPIH Bantah Tiga Jemaah Haji Kloter 77 asal Sumenep Terlantar di Madinah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Sejumlah Jemaah Haji Asal Sumenep Dikabarkan Terlantar di Madinah

Sabtu, 11 April 2026 - 17:34 WIB

BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi

Kamis, 9 April 2026 - 18:17 WIB

Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI

Sabtu, 14 Februari 2026 - 19:00 WIB

Gandeng Komdigi, Wihadi Wiyanto Bawa Program Literasi Digital dan Biometrik ke Bojonegoro-Tuban untuk Perangi Scamming

Berita Terbaru