Pedagang Masker di Sampang Sempat ‘Panen’, Kini Penjualan Mulai Merosot

- Admin

Minggu, 5 Juli 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Masa-masa keemasan para pedagang masker kain kini kian luntur. Omzet mereka tidak lagi meroket seperti saat pemerintah ‎memerintahkan seluruh masyarakat yang keluar rumah harus menggunakan masker.

Kondisi ini diungkap oleh seorang pedagang masker Safi’ih (33) saat ditemui di lapaknya Jalan Kusuma Bangsa, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang, Minggu (05/07/2020). Pemuda yang biasanya kerja di Surabaya itu mengaku mulai menjual masker lantaran kena PHK dari perusahaannya.

“Dulu pas awal-awal ramai pemerintah suruh wajib pakai masker kain. Itu ramai, banyak yang beli. Lama-kelamaan tidak laku lagi,” ujar Safi’ih kepada suarabangsa.co.id.

Baca Juga:  Diduga Korsleting Listrik, Ruang Mesin Genset Kantor Bupati Sampang Terbakar

Menurutnya, penyebab menurunnya penjualan masker kain belakangan ini juga karena banyak pedagang masker dadakan serta banyak pihak yang membagi-bagikan masker.

“Dulu saya jual masker ada yang Rp10 ribu, Rp5 ribu. Sekarang masker diobral aja‎ Rp10 ribu dua, Rp15 ribu tiga, yang beli susahnya minta ampun,” ungkapnya.

Meskipun sepi pembeli, dia tetap berjualan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Kalau tidak kerja, gimana mau kasih makan keluarga, sudah tidak bisa kerja lagi,” pungkasnya.

Seperti diketahui, semua warga di Kabupaten Sampang diwajibkan pakai masker saat keluar rumah untuk mencegah penularan virus corona. Masker itu dipakai saat keluar rumah.

Baca Juga:  Penutupan TMI Menulis Putri, K. Ach Tidjani Syadzili: Gemarlah Menulis

Hal itu dikatakan Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sampang Moh Djuwardi. Ia meminta masyarakat untuk menggunakan masker kain yang dapat dicuci dan digunakan berkali-kali.

“Gunakan masker kain karena kita tidak pernah tahu orang tanpa gejala pun bisa menjadi sumber penyebaran penyakit, ketika kita di luar rumah,” papar Djuwardi.

Berita Terkait

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan
Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal
Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP
Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini
PT BPR Bojonegoro Bungkam Soal Anggaran Konser Rp1,1 Miliar
Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan
Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah
Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:05 WIB

Tukang Sapu SPBU Glagahwangi Bojonegoro yang Pernah Viral Kena PHK, Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:39 WIB

Koperasi Desa Merah Putih Desa Ngampel, Utamakan Pengurus dan Pengelola Warga Lokal

Selasa, 12 Mei 2026 - 19:43 WIB

Bupati Bojonegoro Dampingi Wakil Panglima TNI Tinjau Kesiapan Peluncuran KDMP

Senin, 11 Mei 2026 - 17:50 WIB

Sering Jadi Penyebab Laka, Polsek kota dan Damkar Bojonegoro Lakukan Ini

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:22 WIB

Warga Manfaatkan Gudang KDKMP Grebegan untuk Senam, Kades: Upaya Meramaikan KDMP ke Depan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 17:20 WIB

Dukung BUMD Pangan Bojonegoro, Eko Wahyudi: Jadi Instrumen Percepatan Asta Cita di Daerah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:16 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Eko Wahyudi Tekankan Sinergi Penyuluh dan Petani di Bojonegoro

Kamis, 7 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menguak “Tanah Celengan” di Belun, dari Pengakuan Ahli Waris dan Sikap Kadin PMD “Buang Badan” terkait kasus Belun

Berita Terbaru

Politik

Menjelang Muscab PPP Bojonegoro, Suhu Politik Memanas

Senin, 11 Mei 2026 - 16:27 WIB