BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id — Sikap anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro memicu kekecewaan warga setempat.
Di tengah krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan serta tekanan ekonomi, para wakil rakyat tersebut justru kedapatan menyaksikan ajang balap internasional MotoGP di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Bagi masyarakat, aksi tersebut dinilai tidak empati terhadap kondisi warganya yang tengah kesulitan secara ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar.
“Saat warga pusing memikirkan air bersih dan harga kebutuhan pokok yang mahal, wakil kami malah asyik menonton MotoGP. Penderitaan rakyat seolah tidak menarik bagi mereka,” ujar seorang warga Bojonegoro yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (10/10/2026).
Kritik tajam pun berdatangan dari berbagai kalangan. Warga menilai para anggota dewan telah kehilangan kepekaan sosial (social sensitivity) dan mengabaikan amanat utama sebagai wakil rakyat.
Seiring menguatnya gelombang kritik, masyarakat mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Bojonegoro untuk segera menelusuri dugaan pelanggaran etika para anggota dewan tersebut.
Publik menuntut adanya transparansi penggunaan anggaran, sanksi tegas, serta permohonan maaf secara terbuka atas sikap hedonistis yang dinilai melukai rasa keadilan masyarakat.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















