SURABAYA, SUARABANGSA.co.id – DHL Express memperkuat jaring pengaman logistiknya di tengah meningkatnya risiko kejahatan kargo global. Perusahaan logistik internasional itu kini mengoperasikan lebih dari 500 fasilitas bersertifikasi keamanan Transported Asset Protection Association (TAPA) di seluruh dunia, termasuk 10 fasilitas di Indonesia.
Fasilitas tersebut berada di Jakarta Gateway, Halim, Slipi, Tangerang, Pulogadung, Bekasi,
Semarang, Bandung, Solo, dan Salah satu yang terbaru adalah Surabaya Gateway yang baru saja meraih sertifikasi TAPA Kelas A, klasifikasi tertinggi dalam standar keamanan fasilitas TAPA.
Surabaya Gateway dirancang untuk memperkuat konektivitas Indonesia bagian timur dengan pasar global. Fasilitas seluas sekitar 10.000 meter persegi ini tidak hanya berfungsi sebagai titik transit, tetapi juga sebagai pusat pemrosesan dan pengamanan kargo internasional sebelum diterbangkan ke hub regional DHL.
Senior Technical Advisor DHL Express Indonesia, Ahmad Mohamad, mengatakan sertifikasi Kelas A bukan pencapaian yang mudah diraih karena harus melalui penilaian independen dengan standar internasional yang ketat.
“Level A merupakan tingkat tertinggi dalam persyaratan keamanan fasilitas TAPA. Artinya fasilitas kami telah dinilai secara independen berdasarkan standar keamanan internasional yang ketat, dan kami berhasil meraih tingkat sertifikasi tertinggi,” kata Ahmad di Surabaya, Rabu 7 Oktober 2026.
Menurut Ahmad, dalam standar TAPA Kelas A, setiap proses di dalam gateway – mulai dari penerimaan barang, penyimpanan, hingga pemuatan ke pesawat – wajib memenuhi protokol keamanan ketat, termasuk pemantauan CCTV 24 jam, kontrol akses biometrik, dan audit berkala.
Urgensi sertifikasi ini meningkat seiring lonjakan kejahatan terhadap kargo. Berdasarkan data intelijen TAPA, hampir 160.000 kasus kejahatan terkait kargo tercatat di 129 negara sepanjang 2022 hingga 2024, dengan modus mulai dari pencurian dalam perjalanan, pembobolan gudang, hingga pemalsuan dokumen.
Bagi Indonesia, penguatan Surabaya Gateway memiliki arti strategis. Jawa Timur selama ini menjadi salah satu mesin utama ekspor nasional. Pada 2025, nilai ekspor Jatim tumbuh sedikitnya 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya, memperkuat posisinya sebagai pusat perdagangan dan manufaktur.
“Seiring pertumbuhan ekspor Indonesia, tantangannya kini bukan lagi soal akses pasar, melainkan bagaimana memastikan eksekusi, kecepatan, keamanan, dan keandalan pengiriman,” ujar Ahmad.
Ia menilai, banyak pelaku usaha, terutama UMKM naik kelas dan produsen manufaktur di kawasan timur Indonesia, membutuhkan kepastian transit time dan keamanan untuk pengiriman bernilai tinggi serta sensitif terhadap waktu, seperti produk elektronik, fesyen, hingga sampel industri.
Untuk mendukung penguatan jaringan tersebut, DHL Express secara global telah menginvestasikan 250 juta Euro untuk teknologi pengawasan canggih, sistem kontrol akses, hingga penguatan prosedur keamanan berlapis di seluruh jaringan internasionalnya.
Senior Vice President for Global Security DHL Express, Adrian Whelan, menegaskan keamanan jaringan global adalah hal yang tidak dapat ditawar.
“Keamanan jaringan global kami adalah hal yang tidak dapat ditawar. Pencapaian 500 fasilitas bersertifikasi ini menunjukkan bagaimana DHL Express terus menerapkan standar global seperti TAPA untuk melindungi pengiriman pelanggan di setiap tahap perjalanan dalam jaringan kami,” kata Adrian.
Menurut dia, penerapan standar keamanan yang konsisten diperlukan untuk membangun kepercayaan, mengurangi risiko, dan mendukung kelancaran pergerakan barang di sepanjang rantai pasok global.
Dengan 10 fasilitas bersertifikasi TAPA Kelas A di Indonesia termasuk Surabaya Gateway, DHL Express berharap dapat meningkatkan daya saing produk Indonesia di mata pembeli internasional yang kini semakin sensitif terhadap isu keamanan dan ketepatan waktu pengiriman.
Penulis : Muji
Editor : Putri

















