Membedah Monopoli Gas Melon, Saatnya Mandat Pangkalan Pindah ke KDMP

- Admin

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Prahara kelangkaan LPG 3 kg yang berulang menjelang hari raya bukan lagi sekadar masalah teknis, melainkan sinyal rusaknya rantai distribusi di tingkat bawah. Bojonegoro Rabu 18/3/2026 Provinsi Jawa timur.

Pola lama yang mengandalkan pangkalan konvensional dan pengecer liar terbukti rentan terhadap permainan spekulan dan kartel. Kondisi ini memicu desakan perubahan radikal dalam tata kelola energi bersubsidi.

“Saatnya Presiden dan kementerian menutup semua pangkalan gas, dan mulai dimigrasikan ke KDMP, agar KDMP ada bisnis yang berjalan dengan baik,” tegas Mustakim, Ketua DPC Projo Bojonegoro.

Baca Juga:  Soal Perpindahan Pedagang Pasar dan PKL, Ratusan Mahasiswa Ultimatum DPRD Bojonegoro

Tuntutan migrasi distribusi ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) adalah langkah de-kartelisasi yang nyata.

Selama ini, pangkalan gas sering kali dikelola secara tertutup, sehingga sulit diawasi apakah stok benar-benar mengalir ke rakyat miskin atau justru “bocor” ke industri dan penimbun.

Dengan menutup pangkalan lama dan mengalihkannya ke KDMP, kendali distribusi berada langsung di bawah pengawasan warga desa.

Harapan agar KDMP memiliki bisnis yang berjalan sehat bukan tanpa alasan. Gas LPG 3 kg adalah komoditas dengan perputaran tercepat di desa.

Baca Juga:  Anggaran Jumbo Program Gayatri Disorot, DPRD Bojonegoro Desak Evaluasi Total untuk 2026

Jika bisnis ini dikelola oleh koperasi desa, maka keuntungan (margin) penjualan tidak lagi lari ke kantong pribadi pemilik pangkalan, melainkan menjadi sisa hasil usaha (SHU) yang kembali ke masyarakat.

Ini adalah bentuk nyata dari ekonomi kerakyatan yang dicanangkan pemerintah.

Mekanisme pembelian wajib KTP/NIK akan jauh lebih efektif jika dikelola oleh satu pintu di tingkat desa.
KDMP memiliki basis data warga yang jauh lebih akurat dibandingkan pangkalan swasta.

“Migrasi ini akan memastikan bahwa subsidi benar-benar tepat sasaran dan menutup celah bagi siapa pun yang ingin bermain di air keruh menjelang Lebaran.” Pungkas lelaki yang akrab dipanggil Djaeman.

Baca Juga:  Presiden Bantu Tukang Becak, Politisi Gerindra Bojonegoro: Langkah Nyata Kepedulian Presiden

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim
Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan
DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022
Tuntut ADD Naik 20 Persen, Hearing Perangkat Desa dengan OPD dan Legeslatif Bojonegoro Sempat Tegang
Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:03 WIB

SMSI Sumenep Bahas Konsolidasi dan Pemantapan Program 2027 bersama SMSI Jatim

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Pemkab Sampang Terus Distribusikan Air Bersih Bagi Warga Terdampak Kekeringan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:45 WIB

DPRD Bojonegoro Pertanyakan Sisa Kurang Bayar Dana Desa 2015–2021, Kepala Bapenda Sebut Kewajiban Pemkab Lunas sejak 2022

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Berita Terbaru