Penyakit PMK pada Sapi Tak Menular ke Manusia, Begini Kata Kepala Dispertan dan Ketahanan Pangan Sampang

- Admin

Kamis, 2 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Tidak hanya soal hepatitis akut misterius dan Covid-19, masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur juga di resahkan dengan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

Di Kabupaten Sampang, dilaporkan sudah ada ratusan sapi yang dinyatakan suspek wabah penyakit PMK. Namun, masyarakat tak perlu khawatir, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Suyono mengatakan bahwa PMK pada hewan ternak tidak menular ke manusia.

“Penyakit mulut dan kuku ini domainnya ada di hewan jadi hampir tidak ada yang loncat ke manusia,” kata Suyono pada kontributor suarabangsa.co.id, saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (02/06/2022).

Baca Juga:  Sempat Mengeluh Tak Enak Badan, Seorang Kepala Sekolah di Sampang Tewas Tak Jauh Dari Kantornya

Menurutnya, PMK ini hanya menjangkit pada hewan berkuku belah saja, seperti sapi, kerbau, kambing, domba hingga babi. Sehingga, pihaknya pun meminta masyarakat untuk tidak perlu panik.

Begitu juga dengan konsumsi daging dari hewan yang terjangkit penyakit ini juga masih diperbolehkan, asalkan tidak memakan bagian tubuh atau organ yang terkena penyakit PMK ini.

“PMK pada ternak tidak bersifat zoonosis, artinya tidak dapat menular atau menginfeksi manusia, karenanya masyarakat tidak perlu panik dan khawatir dalam mengonsumsi daging dan susu, asal diolah atau dimasak dengan benar, maka aman,” kata dia lagi.

Baca Juga:  Tanpa Sosialisasi, Bank Jatim Cabang Sampang Blokir Rekening ASN

Virus PMK banyak terdapat pada darah, air liur, dan jeroan hewan yang sakit, kata Suyono, serta berpotensi menularkan ke hewan yang peka lainnya melalui air cucian jeroan dan potongan sisa jeroan yang dibuang sebagai sampah yang mungkin menular ke hewan peka lain yang memakannya.

“Dikonsumsi masyarakat masih aman, yang tidak boleh itu pada bagian tulang, kaki, jeroan dan kepala sapi, seperti bagian mulut, bibir, hingga lidah, itu yang tidak direkomendasikan,” ujarnya.

Meskipun PMK tidak menular kepada manusia, Suyono meminta masyarakat tetap waspada, khususnya yang beternak hewan. PMK disebut memiliki tingkat penularan yang tinggi pada hewan.

Baca Juga:  Bantu Wilayah Kekeringan, Persatuan Wartawan Sampang Distribusikan Air Bersih

“Penyakit ini ditularkan ke hewan lain dengan tiga cara, pertama kontak langsung antar hewan, kedua kontak tidak langsung melalui manusia, alat atau sarana transportasi yang terpapar wabah PMK, dan penyebaran melalui udaras,” pungkasnya.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB