Harga Pupuk Bersubsidi di Bondowoso Super Mahal, Ketua Pansus Geram, PT PI Sebut tak Ada Pelanggaran

- Admin

Kamis, 19 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONDOWOSO, SUARABANGSA.co.id – Harga pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso masih super mahal.

Pupuk bersubsidi jenis urea misalnya, yang Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 225 Ribu per kuintal, kini di lapangan harganya tembus Rp 500 ribu sampai Rp 600 ribu per kuintal.

Ketua Panita Khusus (Pansus) Pengawalan Pelaksanaan Rekomendasi Pupuk Bersubsidi Bondowoso, Andi Hermanto geram dengan masih tingginya harga pupuk bersubsidi.

Sebab, menjual pupuk bersubsidi di atas HET saja sudah terlihat bahwa ada pelanggaran.

“Tapi PT PI (Pupuk Indonesia) tidak bergerak kongkrit dan hanya mengawasi pupuk bersubsidi ini di atas kertas saja,” ungkap Andi Hermanto kepada SUARABANGSA.io.id, Rabu (18/1/2023).

Baca Juga:  Belum Ada Tindak Lanjut, Pelaporan Pimpinan DPRD Sumenep Tidak Serius?

Legislator PDI-P ini menyayangkan sebab PT PI tidak turun ke lapangan dan bertanya langsung kepada para petani serta kios.

“Kami menduga PT PI ini memang sengaja bermain dengan distributor,” sergah pria yang juga Ketua Komisi II DPRD Bondowoso ini.

AVP PT PI Jatim III, Yoyo Supriyanto mengaku bahwa baru mendengar harga jual pupuk bersubsidi di Kabupaten Bondowoso sangat mahal.

“Kami cek di laporan distributor, penjualan sudah sesuai HET,” dalih Yoyo dikonfirmasi terpisah via sambungan telepon.

Baca Juga:  Ditinggal Jenguk Anaknya, Dapur Milik Warga Bondowoso Ini Hangus Dilalap Api

PT PI sendiri sebenarnya memiliki dua petugas perwakilan yang bertugas di Bondowoso, tapi disinyalir mereka juga tidak turun hingga ke tataran petani.

“Jumlah kios di Bondowoso sangat banyak, mas. Kalau memang ada data penemuan pelanggaran, silahkan dilaporkan,” terangnya.

Kata Yoyo, pihaknya tidak menemukan adanya pelanggaran pendistribusian pupuk bersubsidi di Bondowoso.

“Sejauh ini tidak ada pelanggaran dan penyimpangan,” akunya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru