Dishub Probolinggo Lakukan Mapping Pemasangan 40 PJU

- Admin

Rabu, 23 Februari 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo melakukan mapping atau pemetaan pemasangan titik-titik penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalan ruas jalan dari kecamatan Tongas sampai Kecamatan Sukapura, Rabu (23/02/2022).

Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Taufik Alami mengatakan bahwa pihaknya sudah menentukan titiknya.

“Dari hasil pemetaan ini Dishub sudah menentukan titik-titik pemasangan 40 PJU yang anggarannya berasal dari PRIM (Provincial Road Improvement Maintenance),” katanya.

Seperti yang diamanatkan dalam penggunaan dana PRIM jelas Taufik, penentuan titik-titik PJU ini adalah rawan kecelakaan, titik persimpangan jalan, banyaknya pengguna jalan dan lalu lalang masyarakat.

“Ini adalah bagian dari sistem manajemen keselamatan transportasi menghindari terjadinya kecelakaan. Fungsi dari PJU ini unuk memberi penerangan, mengurangi angka kriminal serta membantu kelancaran arus ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Menurut Taufik, selama ruas jalan Tongas hingga Sukapura masih belum ada PJU yang terpasang. Kalaupun ada itu berada di Kecamatan Sukapura tetapi solar cell. Jumlahnya sekitar 20 namun sudah tidak maksimal.

Baca Juga:  Disdikbud Probolinggo Gelar Rakor Penguatan Implementasi kurikulum Merdeka

“Solar cell ini butuh biaya perawatan mahal sehingga untuk PJU di 40 titik ini akan menggunakan jaringan. Kalau Kecamatan Sukapura menggunakan solar cell penyerapan energi matahari tidak maksimal,” terangnya.

Taufik menjelaskan idealnya untuk ruas jalan Tongas hingga Sukapura dibutuhkan sebanyak 400-an PJU. Hanya kemampuan anggaran yang dimiliki cukup untuk PJU di 40 titik. Penentuan ini dilakukan dengan memilih skala prioritas dan strategis sesuai kekuatan anggaran.

“Contohnya sebelum dan sesudah jembatan Sukapura dan jembatan tikungan sangat berbahaya. Padahal ruas jalan ini masuk ring 1 dalam jalan nasional menuju obyek wisata. Serta pengendara yang butuh pandangan lebih luas akhirnya terhambat karena gelap dengan adanya PJU tentu lebih aman,” tegasnya.

Lebih lanjut Taufik menambahkan rencananya realisasi pemasangan PJU ini akan dilakukan sekitar bulan Mei 2022. Untuk pemasangan PJU dari Dishub ini dilakukan sesuai dengan Peraturan Kementerian Perhubungan.

Baca Juga:  Sejumlah Siswa SLB Negeri Gending Probolinggo Ikuti Vaksinasi

“Untuk pemasangannya ada regulasi khusus, jadi tidak bisa sembarangan baik dari bahan, jenis lampu dan ketinggian tiangnya. Termasuk tempat titik-titik pemasangannya kita tidak boleh sembarangan memasang PJU. Takut itu lahan miliknya orang bukan milik Negara. Pemasangan PJU tidak boleh berada di jalan keluar masuknya kendaraan perusahaan,” ujarnya.

Dengan adanya pemasangan PJU ini Taufik mengharapkan Kabupaten Probolinggo bisa bebas dari kegelapan dengan memaksimalkan anggaran agar memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menerima manfaat dari keberadaan PJU.

“Masyarakat hendaknya ikut membantu merawat dan memelihara. Jadi tidak hanya tanggung jawab pemerintah saja, karena itu milik bersama dan berasal dari uang rakyat. Contoh kadang ada putar balik tiangnya ditabrak roboh dan ditinggal. Selain itu, masih banyak terjadi kehilangan lampu-lampu dan baterai solar cell. Marilah ini tidak perlu terjadi. Ini anggaran artinya uang rakyat dan mari sudah seharusnya dinikmati oleh rakyat,” tambahnya.

Taufik menjelaskan untuk tahun ini pemasangan PJU ini akan dilakukan pada titik-titik sepanjang ruas jalan Tongas hingga Sukapura dan ruas jalan Semampir hingga Wangkal. Ini masuk ring satu semua dan biayanya besar.

Baca Juga:  Peringati HUT Gerindra ke-13, Anggota DPRD Pamekasan Ini Lakukan Baksos

“Saya ingin semua dipasangi PJU, tetapi kita sadar kekuatan anggaran kita banyak tersedot untuk pandemi Covid-19. Semoga cepat selesai sehingga pembangunan bisa cepat tuntas ada signifikan,” ungkapnya.

Selain kedua ruas jalan tersebut tambah Taufik, yang sangat mendesak dipasangi PJU adalah ruas jalan Pajarakan hingga Condong, ruas jalan Gending hingga Klenang. Sebab itu rencana akses agropolitan. Ruas jalan ini harus sampai Tiris dan Krucil.

“Kalau mau menghidupkan wisata, disitu supportnya. Aksesnya itu banyak dari Gending hingga Klenang dan Tegalsiwalan hingga Condong dan Wangkal. Selain itu ruas jalan Besuk hingga Gading, ruas jalan Paiton hingga Pakuniran maupun ruas jalan Sumberanyar hingga Kotaanyar. Tetapi jangan dipikirkan PJU saja, rambu-rambu dan marka juga perlu dilakukan pembenahan, khususnya area pendidikan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
DVI Polda Jatim Serahkan Seluruh Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Kepada Keluarga
Dua Jenazah Korban KMP Mutiara Sentosa II Diserahkan ke Keluarga, Tim DVI Lanjutkan Identifikasi Korban Lain
BEM Malang Raya Turun Jalan, Tuntut Kasus Penyiraman Air Keras Harus Diproses Secara Adil Tanpa Kompromi
Aliansi Mahasiswa Dan Masyarakat Sipil Datangi Istana Merdeka, Sampaikan 3 Tuntutan Kepada Presiden RI
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:01 WIB

Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 06:34 WIB

Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Bahas Masalah Transportasi Laut, Bupati Sumenep Perjuangkan Masyarakat Kepulauan ke Kementerian Perhubungan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Ketua DPRD Sumenep Tegaskan Perubahan APBD Tetap Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:39 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan Tahun Anggaran 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 23:35 WIB

DPRD Sumenep Gelar Paripurna Penyampaian Laporan hasil Pembahasan KUA-PPAS Perubahan Tahun Anggaran 2026

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:03 WIB

APBD Perubahan Bojonegoro 2026 Disepakati, Setyo Wahono Minta Perangkat Daerah Hindari Proyek Mangkrak

Kamis, 6 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Banyak Kepala OPD Absen di Rapat Strategis KUA-PPAS, DPRD Sumenep Kecewa Berat

Berita Terbaru