Sapi Warga Probolinggo Dibeli Presiden Jokowi

- Admin

Kamis, 7 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Presiden RI Joko Widodo Akhirnya membeli sapi jenis Simental milik Mulyono (54) peternak asal Dusun Krajan I Desa Ngadas kecamatan Sukapura kabupaten Probolinggo dengan harga fantastis 100 juta.

Sapi yang diberi nama “Slamet” dengan usia 2,5 tahun dan bobot 1,1 ton tersebut selanjutnya akan dijadikan sapi kurban oleh Presiden Jokowi pada hari raya Idul Adha 1443 Hijriyah di Masjid Al-Akbar Surabaya.

Mulyono mengaku sebelumnya tidak menyangka jika sapi piaraannya bisa dibeli oleh orang nomor satu di Indonesia. Bahkan ketika mendapat kabar tersebut perasaanya campur aduk tidak karuan.

“Perasaannya antara suka dan duka. Sukanya saya merawat sapi dan setelah besar dibuat kurban presiden orang nomor satu di Indonesia. Satu-satunya peternak dan saya masih peternak pemula. Dukanya, memang saya dan ibunya ini sudah menyatu dengan Slamet. Sebentar lagi akan kehilangan Slamet, tentunya sedih,” katanya, Kamis (7/7/2022).

Menurut Mulyono, sapinya tersebut dibeli saat masih pedet seharga Rp 15,6 juta di Pasar Hewan Wonoasih Kota Probolinggo sekitar tahun 2020 lalu. Ketika itu sapinya masih berusia 6 bulan dengan bobot sekitar 1,5 kwintal.

Baca Juga:  Niat Menebang Ranting Pohon Mangga, Warga Camplong Sampang Tewas Tersengat Listrik

“Kini setelah berusia 2,5 tahun dengan bobot 1,1 ton, Slamet dengan badannya yang tumbuh sangat gemuk dibeli Pak Jokowi untuk hewan kurban,” jelasnya.

Sebelum dibeli oleh presiden, Mulyono mengaku Slamet sering menjuarai kontes sapi yang digelar di sejumlah daerah. Seperti pada saat mengikuti kontes sapi di Kabupaten Jember Slamet juara 1.

“Dari situ para youtuber itu mengunggah video Slamet dan akhirnya viral yang namanya Slamet. Saat ada Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ada sosialisasi di desa sebelah. Ketika itu saya bertemu dokter hewan yang mendampingi saat kontes di Jember. Dokter itu bertanya apakah sapinya mau dijual untuk Idul Adha. Lalu saya jawab tidak apa-apa kalau harganya cocok. Karena untuk hewan kurbannya Pak Jokowi butuh sapi jumbo,” terangnya.

Dari situlah, sapi tersebut mendapat rekomendasi dan memenuhi syarat sebagai hewan kurban presiden. Kemudian Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur turun untuk melakukan serangkaian pengecekan kepada Slamet. dan kesehatan. Kemudian pengambilan sampel kotoran dan sampel darahnya. Selanjutnya datang lagi malam-malam untuk melakukan swab terhadap Slamet diambil sampel darahnya lagi.

Baca Juga:  YPM Muslimat NU Probolinggo Lakukan MoU Dengan Dinas Pendidikan

“Dari hasil pemeriksaan diketahui Slamet dinyatakan sehat, bebas dari antraks maupun negatif PMK. Tiga hari kemudian karena kondisinya sehat, Staf Khusus Presiden pada Selasa tanggal 28 Juni 2022 datang kesini untuk membeli Slamet seharga Rp 100 juta,” tegasnya.

Mulyono menerangkan para Rabu tanggal 6 Juli 2022 petugas dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur kembali melihat Slamet di kandangnya. “Tadi petugas Provinsi Jawa Timur datang ke kandang dan menyampaikan pada hari Sabtu tanggal 9 Juli 2022 atau H-1 Idul Adha pada waktu Ashar Slamet sudah harus ada di Masjid Al-Akbar Surabaya untuk dikurbankan,” ujarnya.

Untuk sementara ini terang Mulyono, sapinya masih ia pelihara. Pasalnya saat menandatangani kontrak, Staf Khusus Presiden Jokowi menitipkan terlebih dahulu selama 10 hari kepada Mulyono. “Untuk pakan dan minumnya jadi tanggung jawab saya,” akunya.

Baca Juga:  Sejumlah PJU dan Kapolsek di Lingkungan Polres Probolinggo Dimutasi

Selama beternak Slamet ini, Mulyono mengaku untuk pakannya tidak ada bedanya dengan pakan yang diberikan oleh peternak lainnya. Hanya saja ia terkendala dengan air. Sebab disitu airnya susah dan tidak ada air.

“Kandang saya itu jauh dari rumah dan jarak kandang ke rumah itu sekitar 1,5 kilometer. Untuk minumnya saya bawa dari rumah setiap hari. Kalau mandi menunggu air hujan yang ditampung, jika tidak ada hujan maka tidak mandi. Kalau masalah rumput disini banyak sekali,” tambahnya.

Setelah Slamet terjual ke presiden, Mulyono mengaku tetap berkeinginan untuk beternak lagi. Namun hal itu baru bisa diwujudkan setelah tidak ada PMK lagi dan sapi-sapi sudah tervaksin semua.

“Jadi kandang milik Slamet ini akan dipakai untuk beternak lagi. Nanti kalau sudah tidak PMK saya akan memelihara sapi lagi sebagai ganti dari Slamet,” pungkasnya.

Berita Terkait

Warga Batang-Batang Sumenep Ditemukan Meninggal Terbakar
Warga Bungur Bojonegoro Hantam Ibunya Pakai Paving, Lalu Menyerah Tanpa Busana
Seorang Pria di Longos Sumenep Ditemukan Meninggal, Diduga Gantung Diri
Gara-gara Mercon, Warga Batuputih Gagal Rayakan Lebaran, Rumah Luluh Lantak
Dilaporkan Hilang, Seorang Anak di Bojonegoro Ditemukan Meninggal di Bekas Tambak
Pohon Tumbang Timpa Sekolah dan Puluhan Rumah Warga, Satu Orang Terluka
Copet HP Panen di Gelaran Festival ‘SALAK’ Momen Tahunan di Desa Wedi Bojonegoro
Kronologi Lengkap Bocah 5 Tahun di Sampang Tewas Tenggelam di Sungai, Ditemukan Meninggal

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB