Dana Abadi Pesantren Jadi Perpres, DPC PKB Kabupaten Probolinggo Potong Tumpeng

DBHCHT Sumenep

PROBOLINGGO, SUARABANGSA.co.id – Penetapan dana abadi Pesantren yang diteken dalam Perpres presiden No. 82 disambut bahagia oleh DPC PKB Kabupaten Probolinggo.

Bak gayung bersambut DPC PKB Probolinggo merayakan kado Perpres pesantren itu dengan melakukan tumpengan bersama.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua Dewan Syuro PKB KH. Tauhidullah Badri dan juga Dewan Tanfidz PKB H. Abdul Malik Haramain. M.SI.
Acara tersebut diawali dengan pembacaan Tahlil, lalu sambutan ketua DPC Kabupaten Probolinggo.

Dalam Sambutannya H. Malik Haramain menyebutkan rasa syukur yang amat besar terkait Dana abadi pesantren.

Baca Juga:  Miris, Nenek Sebatang Kara di Camplong Sampang Ini Nyaris Tak Tersentuh Bantuan

“Kenapa kita harus mensyukuri karena Inilah dasar yang mengukuhkan pesantren mendapatkan dana abadi dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Dalam sambutannya mantan calon bupati 2018 itu juga menuturkan bahwa pihaknya sebagai partai politik yang paling dekat dengan pesantren harus memaksimalkan apa yang menjadi perhatian pemerintah pada pesantren.

Dalam tuturnya mas Malik juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah meliputi banyak hal diantaranya juga dana yang akan diberikan kepada guru-guru pesantren dan juga kegiatan sholawat.

Pelaksanan tasyakuran itu juga menjadi kilas balik Partai Kebangkitan Bangsa dalam meningkatkan suara eloktoral di Kabupaten Probolinggo.

Baca Juga:  Tolak Penundaan Pilkades di Sampang dengan Memakai Jas Ansor, Bakal Calon Kades Ini Ditegur Ketua PC Ansor

Sementara, KH. Tauhidullah Badri dalam sambutannya juga menuturkan bahwa dana pesantren ini adalah berkah bagi pesantren.

“Sebuah keberkahan bagi pesantren saat ini adalah mendapatkan dana Khusus dari pemerintah, ini menunjukkan bahwa pesantren kian hari, kian terlihat eksistensi di Indonesia,” terangnya.

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Sebagai bentuk simbolis menyambut dana abadi pesantren.

Pemotongan tumpeng diprakarsai oleh Malik Haramain yang diterima oleh KH. Tauhidullah. Dan acara tasyakuran tersebut ditutup dengan makan bersama.

Leave a Reply