Bupati Bojonegoro Bersama PERGUNU Lakukan Rembuk Pendidikan

- Admin

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bersama Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Bojonegoro menggelar Rembug Pendidikan bertajuk
“Strategi Mewujudkan Pendidikan Bojonegoro Berdaya Saing Global dan Membanggakan”, Rabu (29/10/2025) di Pendopo Malowopati. Bojonegoro Provinsi Jawa timur.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah, rekomendasi, serta strategi dalam memajukan dunia pendidikan agar mampu menjawab tantangan global.

Bupati Bojonegoro H. Setyo Wahono dalam arahannya menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecerdasan peserta didik. Akan tetapi juga dari adab dan karakter yang ditanamkan oleh pendidik.

“Adab dan karakter guru bukan hanya mencerdaskan murid, tetapi menjadi alat ukur sejauh mana pendidik mampu memberikan keteladanan. Kecerdasan penting, namun kualitas adab dan karakter pendidik jauh lebih penting untuk memberikan pemahaman kepada anak didik,” ujar Bupati Setyo Wahono

Baca Juga:  Akhirnya, P-APBD Bojonegoro Berhasil Disahkan

Bupati menambahkan, di era teknologi informasi, guru dihadapkan pada tantangan besar untuk beradaptasi dengan perubahan.

Pondok pesantren yang dahulu fokus pada pengajaran kitab kini juga dituntut menghasilkan anak didik yang beradab, berkarakter, dan siap bersaing di era globalisasi. Menjaga nilai-nilai moral dan patriotisme, menjadi langkah penting agar peserta didik tumbuh menjadi generasi unggul yang tetap berpijak pada jati diri bangsa.

“Pendidik harus mampu melahirkan anak didik yang berdaya saing global tanpa meninggalkan norma adab, karakter, serta semangat patriotisme sebagai bangsa Indonesia,” imbuhnya.

Tambah Bupati memberikan apresiasi kepada PERGUNU sebagai organisasi profesi yang berperan penting menjaga moral dan membentuk tatanan sosial masyarakat.

“Pemerintah daerah, akan terus bersinergi dengan lembaga pendidikan dan organisasi profesi guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus kesejahteraan tenaga pendidik.”Tegasnya.

Baca Juga:  Sabet Penghargaan Kategori A dari Kapolri, Kapolres Bojonegoro: Ini Bukan Tujuan Akhir

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PERGUNU Indonesia, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, dalam sambutanya menyampaikan pandangannya tentang kriteria guru yang baik.

Guru yang baik adalah mereka yang menguasai kompetensinya, bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran, menjadi teladan moral, serta memandang murid seperti anak sendiri.

“Guru yang baik adalah guru yang menguasai kompetensinya dan tidak berhenti memperbaiki diri. Guru juga harus bertanggung jawab mentransfer ilmu sampai murid benar-benar mengerti, menjadi teladan akhlak, dan mendoakan murid-muridnya sebagaimana mendoakan anak kandungnya sendiri,” Ungkapnya.

Asep Saifuddin meyakini, bila nilai-nilai tersebut diterapkan, maka sistem pendidikan Indonesia akan mampu melahirkan generasi unggul yang berakhlak mulia.

Hal yang sama juga disampaikan Dari kalangan akademisi, Prof. Dr. Hj. Sri Minarti, M.Pd.I, selaku Ketua Senat Akademik Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) Bojonegoro,

Baca Juga:  7 Desa di Bojonegoro Tidak Gajian Selama 5 Bulan, Perangkat Desa Geruduk Kantor kecamatan Kota

turut memberikan pandangan tentang arah pendidikan masa depan Bojonegoro.

Prof Hj, Sri Minarti, juga menekankan pentingnya revolusi kurikulum agar guru memahami pilar-pilar belajar abad ke-21, dan siap menjawab tantangan masa depan.

“Guru harus mengenal pilar belajar abad 21. Pendidikan masa depan memerlukan pemerataan sumber daya manusia, peningkatan literasi, serta kebiasaan membaca dan melanjutkan studi. Guru juga perlu revolusi mental melalui pelatihan berkelanjutan,”

“Sinergi antara pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, dan para pendidik menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu cepat,” pungkas Prof. Hj, Sri Minarti.

Berita ini disunting dan diolah dari Web Pemkab Bojonegoro.

Penulis : Takim

Editor : Putri

Berita Terkait

DPRD Bojonegoro Bahas Perubahan 5 Raperda, FPPKN Tegaskan Catatan Penting
Bupati Setyo Wahono Sampaikan Nota Penjelasan 5 Raperda dalam Paripurna DPRD Bojonegoro
Perkuat Sinergi, SMSI Bojonegoro dan Bupati Setyo Wahono Bahas Ekosistem Media Sehat
Merawat Aspirasi Lewat Kerja Nyata, Sally Atyasasmi Sabet Gelar ‘The Inspiring Legislator’
Pemkab Sumenep Dukungan Penuh Rencana Pembangunan KEK Tembakau Madura, Siapkan 30 Hektar
Produksi Minyak Merosot, Bojonegoro Pacu Pencarian Cadangan Baru di 17 Kecamatan
DPRD Sumenep Meminta Pemerintah Daerah Maksimalkan P-APBD Menghasilkan Program Pro Rakyat
Puluhan Tahun Tanpa Kepastian, Korban Penggusuran Jembatan Glendeng Bojonegoro Menagih Hak Sertifikat Tanah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Senin, 21 September 2026 - 12:26 WIB

HUT ke-104 PSHT Bojonegoro: Diikuti Ribuan Anggota, Diapresiasi Bupati dan Ketua Cabang

Minggu, 20 September 2026 - 13:57 WIB

Morula IVF Surabaya Siapkan Grand Prize IVF Gratis di Acara Future Family Planning

Berita Terbaru