Dampak PPKM Darurat, Sejumlah PKL di Sampang Mengeluh Kesulitan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

- Admin

Selasa, 20 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, SUARABANGSA.co.id — Pemerintah menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se Jawa-Bali, kebijakan tersebut diambil guna memutus mata rantai penularan Covid-19 dan membatasi mobilitas masyarakat.

Bahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan skenario PPKM Darurat yang akan diperpanjang. Hal tersebut terjadi, karena risiko pandemi Covid-19 masih tinggi.

Namun, adanya pembelakuan PPKM darurat ini berimbas langsung pada pedagang kaki lima (PKL) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Para PKL mengeluhkan sepinya pembeli berdampak pada penurunan omzet dan merugikan perekonomian mereka.

Baca Juga:  Mobil Bermuatan Ikan Terguling Tol Perak Surabaya

Salah seorang pedagang kopi, Nia (42) mengatakan jika akhir-akhir ini dagangannya sepi pembeli. Menurutnya, sejak PPKM Darurat diberlakukan penjualannya menurun drastis.

Nia banyak menerima keluhan dari para pedagang kaki lima (PKL) lain, salah satunya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Banyak keluhan dari teman-teman pedagang. Memang sejak ada PPKM Darurat penjualan menurun drastis. Sepi, keadaannya lagi begini,” kata dia, saat berbincang dengan kontributor suarabangsa.co.id, Selasa (20/07/2021) malam.

Bahkan, Nia mengeluh jika saat ini kondisi penjualan semakin parah. Hal tersebut tentunya sangat berpengaruh pada omzet yang didapat. Adapun keuntungan yang dia dapat juga sangat minim.

Baca Juga:  Meresahkan! Maling Motor hingga Tukang Palak Bergentanyangan di Desa Taddan Camplong Sampang

“Seminggu terakhir ini penjualan tambah parah. Omzet saya juga menurun sejak PPKM darurat. Boro-boro keuntungan, paling cukup buat beras saja,” imbuhnya.

Meski begitu, Nia mengaku akan tetap berjualan. Dia berharap tetap ada pembeli meski kawasan tempat jualannya sepi.

“Saya berharap pemerintah meninjau ulang kebijakan PPKM ini. Hal itu demi menyelamatkan para pedagang dan rakyat kecil seperti kami,” ungkapnya.

Menurut dia, yang dibutuhkan para PKL adalah bantuan ataupun stimulan dari pemerintah. Hingga saat ini, sambung Nia belum ada bantuan dari pemerintah yang diterima oleh PKL.

Baca Juga:  Nayla Tamam Gandeng Desainer Cilik Meriahkan Hari Jadi Pamekasan ke 491

“Kami juga membutuhkan stimulan agar ke depan dapat berdagang kembali. Kalaupun tidak, bantuan untuk hidup sembako dan sebagainya. Sampai saat ini belum ada bantuan apapun,” tandasnya.

Berita Terkait

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern
SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Rabu, 23 September 2026 - 17:30 WIB

HJB ke-349 Diluncurkan, Bupati Tekankan Refleksi Sejarah dan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru