Tanaman Hias di Jantung Kota Sumenep Kering, DPRKP dan Cipta Karya Abai?

- Admin

Senin, 24 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, SUARABANGSA.co.id – Puluhan tanaman hias di simpang empat jantung kota Sumenep tidak terawat. Bahkan ada yang sudah kering dan mati.

Ini akibat perawatan yang kurang maksimal dari instansi terkait dalam hal ini Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman (DPRKP) dan Cipta Karya.

Padahal, pengadaan tanaman hias melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Sayangnya, dalam perjalanan malah perawatannya tidak begitu diindahkan. Sehingga, ada kesan tak begitu peduli dengan penataan kota.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengaku kecewa dengan instansi terkait yang terkesan tidak peduli dengan keberadaan tanaman hias tersebut. Padahal, keberadaannya bisa mendukung pada keindahan kota.

Baca Juga:  Tetap Perhatikan Protokol Kesehatan, Pemkab Sumenep Peringati Maulid Nabi

“Mengapa tanaman itu kok malah dibiarkan kering, aneh bagi kami,” terangnya.

Ia menambahkan, seharusnya instansi terkait tidak hanya sekadar pintar melakukan pengadaan melainkan juga melakukan perawatan yang baik. Sebab, itu menggunakan uang rakyat.

“Sebenarnya tidak rumit, pemeliharaan itu kan bisa dilakukan apalagi tinggal menganggarkan di APBD,” imbuhnya.

Menurut dia, tanaman hias itu bukan baru, termasuk kondisi yang kering itu juga sudah lama, namun tidak diperhatikan. Seandainya mendapatkan perhatian, maka sudah dipastikan akan ada perawatan.

“Jadi, tinggal kemauan dinas terkait, jika berpangku tangan tentu saja ya gak ada pemeliharaan,” tuturnya.

Baca Juga:  Refleksi Akhir Tahun, PW Muslimat NU DKI Jakarta Bahas Persoalan Bangsa yang Tak Terselesaikan

Untuk itu, pihaknya meminta komitmen menjaga keindahan kota harus dilakukan oleh instansi. Kalau ada yang kurang pemeliharaanya, maka tinggal dianggarkan.

“Kalau kering dan sampai punah, pemandangannya menjadi tidak indah dan menarik,” kesalnya.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Moh. Jakfar belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. Saat dihubungi melalui sambungan telepon WA yang bersangkutan tidak menjawab.

Berita Terkait

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional
Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar
Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk
Surabaya ISOPLUS Marathon 2026, Digelar 4 Oktober Sejumlah Ruas Jalan di Surabaya Dialihkan
Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi
Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka
Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal
Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:49 WIB

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Minggu, 4 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Dihadiri 11.000 Pelari, Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 Sumbang PDRB Rp41 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Perayaan Emas Koperasi Kareb: Sebar 7.000 Paket Sembako dan Gelar Wayang Semalam Suntuk

Rabu, 30 September 2026 - 15:23 WIB

Tak Gengsi Jualan di Pinggir Jalan, Pemuda 24 Tahun dari desa Wedi Buktikan Mandiri Secara Ekonomi

Rabu, 30 September 2026 - 13:25 WIB

Polda Jatim Ungkap Ribuan Kasus Narkoba Triwulan III, Amankan Lebih dari 2.300 Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 09:41 WIB

Pemerintah Desa Ngumpakdalem Gelar ‘Blusukan Kampung’, Gaet 2.000 Warga dan Dorong UMKM Lokal

Senin, 28 September 2026 - 09:38 WIB

Puncak HUT ke-50 Koperasi Kareb: Langkah Progresif Menuju Ekosistem Koperasi Modern

Sabtu, 26 September 2026 - 14:03 WIB

SMSI Sumenep Gelar Sekolah Melek Media Bagi Guru SDN

Berita Terbaru

Daerah

Raker 2027, SMSI Sumenep Bidik Media Lokal Go Nasional

Senin, 5 Okt 2026 - 20:49 WIB