BOJONEGORO, SUARABANGSA.co.id – Ada dugaan Anggaran Belanja Pembangunan Desa Besah (APB-Des) di Kecamatan Kasiman dari tahun 2020 sampai 2025 diduga janggal dan diduga sarat fiktif, desa yang berpendapatan dari bertani tersebut APBDesnya tinggi namun pembangunan di desa minim kualitas layak bangun. Hari Jumat 22/8/2025.
Dari pengumpulan Informasi Awak media Suara bangsa.co.id ditilik dari Peraturan Desa (Perdes) Besah Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro Nomor 5 Tahun 2024.
Pendapatan Desa terdiri dari Pendapatan Asli Desa (PAD), Pendapatan Transfer, dan pendapatan Lain-lain, jumlah pendapatan desa Besah untuk tahun Anggaran 2025 Sekitar Rp 5.133.455.813,00.
Pendapatan Asli Desa (PAD): Rp 463.900.000,00
Pendapatan Transfer: Rp 4.664.622.813,00 dan Pendapatan Lain-lain: Rp 4.933.000,00.
Jadi,Jumlah Pendapatan: Rp 5.133.455.813,00.
Dari Rp 5.133.455.813,00 dan dirinci Belanja Desa sebesar Rp 5.599.179.147,00, dan terjadi defisit sebesar Rp 465.723.334,00.
Dari penelusuran dilapangan beberapa tempat sangat minim informasi terkait APB-Des. Jadi publik untuk mendapat info terkait fasilitas umum yang mendapat pokir (Pokok pikiran) DPRD Bojonegoro dan pekerjaan APB-Des dari tahun 2020 sampai 2025 sangat sulit ditemukan di desa Besah.
Dengan anggaran tercatat yang ada di APB-Des namun di lapangan minim informasi (red:papan pengumuman), hal ini ternyata sudah tradisi dari tahun 2020 sampai 2025.
Salah satu warga yang engan disebut kan namanya, kepala desanya adalah orang yang sakti dan sering dipangil oleh Aparat penegak Hukum(APH)tapi belum pernah jadi tersangka atau berita buruk didesa, semua serba beres.
“Sering dipangil oleh camat, Ya pak polisi, ya kejaksaan tapi ya itu, Ya beres mas,” ungkapnya mewanti-wanti namanya tidak disebut.
Dengan kenyataan dilapangan papan pengumuman pembangunan dari APB-des(red: Pembangunan gorong-gorong,Jalan usaha tani, perbaikan jalan desa, pasar desa, dan lain-lain), tidak ada secuil pun ada ditempat.
Dan hal ini bisa diduga rawan menjadi modus APBD Bojonegoro serta sarat tumpang tindih dengan APB-Des Besah, seperti yang menjadi temuan KPK kala itu, seperti yang ditulis oleh media Suara bangsa sepekan lalu.
Dari lapangan, Jalan Desa yang bergelombang dan paving serta pedel dijumpai awak media, dari Jalan usaha tani sampai dari jalan lorong, serta jalan desa semua rusak parah.
Di APB-Des 2025, Awak media menemukan anggaran sekitar Rp 2.715.265.213,00 yang di anggarkan di ADD, DDS dan PBK.
Dari Info awak media gali, jalan tersebut nanti akan dikerjakan pembangunan Jalan cor beton, dan saat ini sedang terjadi pembuatan irigasi kiri kanannya.
Beberapa warga yang dikonfirmasi Awak media mengatakan jalan yang kurang lebih satu kilo memanjang tersebut akan di cor beton, namun dari pengamatan awak media amati baru pembuatan irigasi kanan kiri, yang infonya telah di kerjakan kurang lebih 5 hari yang lalu.
“Kalau rapat Musdes tidak tahu, tapi ya jalan ini semoga segera dibangun oleh pihak Kabupaten,kalau diambilkan dari sini (red:desa), bangunan yang lainya bagaimana,ya semoga segera di cor jalan ini, kasian warga dan anak-anak sekolah,” ungkap Majudi warga desa Besah yang ikut bekerja pembuatan irigasi tersebut.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh Jatmiko teman Majudi, bahwa jalan tersebut segera dibangun oleh pihak Pemkab Bojonegoro.
“Kalau dianggarkan oleh Desa nanti yang lain dapat apa, iya sih kabar nya tahun ini jalan ini segera di Cor beton,” ungkap Jatmiko.
Dari pengumpulan informasi awak media Suara bangsa di Sub Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Anggaran total sebesar Rp 3.244.410.588,00 yang mencakup pemeliharaan jalan desa, jalan usaha tani, jembatan desa, dan prasarana jalan desa lainnya.
Dan anggaran ini bersumber dari, Alokasi Dana Desa (ADD), dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Bojonegoro, serta Dana Desa (red:DDs), yaitu dana dari APBN yang disalurkan melalui APBD Kabupaten/Kota ke desa. Dan juga di Sharing di Bantuan Keuangan Kabupaten (red:PBK), yaitu dana bantuan dari Pemerintah Kabupaten.
Yang mencolok adalah Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan/Pengerasan Jalan Desa dan Jalan Usaha Tani, Anggaran besar dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur jalan.
Dengan total Rp 2.715.265.213,00 untuk jalan desa (termasuk belanja modal) dan Rp 102.160.000,00 untuk jalan usaha tani. Di anggarkan dari Dana Desa, ADD dan PBK.
Dan yang bikin aneh lagi anggaran untuk Keamanan dan Linmas
(Red:Bidang Pembinaan Kemasyarakatan).
Di Anggarkan sekitar Rp 386.427.950,00 yang salah satunya dialokasikan untuk penguatan dan peningkatan kapasitas tenaga keamanan/ketertiban oleh Pemdes sebesar Rp 125.550.000,00.
Sub Bidang: Perdagangan dan Perindustrian. Program/Kegiatan, Pembangunan/Rehab Pasar Desa/Kios Milik Desa.
Alokasi Anggaran: Rp 252.500.000,00. Sumber Dana: ADD (Alokasi Dana Desa) dan DDS (Dana Desa).
Hal tersebut saat dikonfirmasikan ke Camat Kasiman Novita Sari, S.STP., M.PSDM. mengatakan, Kalau untuk linmas, kemungkinan itu adalah dana bantuan keuangan khusus dari pemda untuk desa, untuk lebih jelas harus diliat penjabarannya, biar tidak salah, terang camat saat dikonfirmasi terkait temuan-temuan Awak media Suara bangsa.
Dan saat disingung terkait tumpang tindih dari tahun 2020 sampai 2025, Camat Novita menjelaskan Istilah PBK yang disebutkan di penjabaran Anggaran tersebut, bagian dari Bantuan Keuangan Khusus hal tersebut dari kebijakan Pemda.
“PBK bisa disebut BKK, bantuan keuangan khusus, tentunya pemda punya kebijakan tersendiri terkait hal tersebut,” pungkasnya.
Kades Besah Abdul Rokhim belum bisa di dikonfirmasi mau pun lewat WA, tetap engan berkomentar.
Penulis : Takim
Editor : Putri

















